Andi Ahmad S
Senin, 04 Mei 2026 | 14:30 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli [SuaraBogor/HO/UIKA Bogor]
Baca 10 detik
  • Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Kementerian Ketenagakerjaan RI menandatangani nota kesepahaman pada 4 Mei 2026 di Bogor.
  • Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa melalui pengembangan kompetensi relevan menghadapi transformasi digital dan otomasi industri.
  • Kemitraan tersebut akan berlangsung selama lima tahun guna menjembatani kesenjangan keterampilan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan pasar.

Menjawab tantangan tersebut, UIKA Bogor melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI berkomitmen untuk memperkuat kesiapan mahasiswa melalui program yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, mulai dari pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“UIKA tidak hanya menyiapkan lulusan yang kuat secara akademik, tetapi juga memastikan mereka siap masuk ke dunia kerja dengan kompetensi yang relevan,” ujarnya.

Kesepahaman ini akan berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti dengan berbagai program kerja konkret yang berdampak langsung bagi mahasiswa. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi UIKA Bogor sebagai kampus Islam unggul yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga pada masa depan lulusannya, mencetak SDM Unggul untuk Indonesia maju.

Load More