Kawasan Talaud Berpotensi Diguncang Gempa Besar Sampai 8,2 SR

Lokasi Kepulauan Talaud dan Miangas bersebelahan dengan zona tunjaman Lempeng Laut Filipina.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:51 WIB
Kawasan Talaud Berpotensi Diguncang Gempa Besar Sampai 8,2 SR
Gempa Talaud (Antara)

SuaraBogor.id - Talaud berpotensi diguncang gempa sampai 8,2 SR, Sebab lempeng Laut Filipina sangat aktif.

Lempeng ini menyebabkan gempa 7 SR, Kamis (21/1/2021) pukul 19.23 WIB. Di sana zona subduksi aktif.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan selama beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan aktivitas seismisitas di wilayah ini khususnya untuk aktivitas gempa menengah di kedalaman sekitar 100 km.

"Zona subduksi aktif ini memiliki laju penunjaman lempeng antara 10 hingga 46 milimeter per tahun dengan magnitudo tertarget 8,2," kata Koordinator bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono di Jakarta, Kamis (22/1/2021).

Baca Juga:Update Gempa Talaud 7,1 SR Pagi Ini, Jaringan Komunikasi Masih Terputus

Wilayah Lempeng Laut Maluku dan Tunjaman Lempeng Laut Filipina merupakan salah satu kawasan seismik paling aktif di dunia.

Peta gempa magnitudo 7,1 di wilayah Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (21/2/2021) pukul 19.22 WIB (ANTARA/HO.BMKG)
Peta gempa magnitudo 7,1 di wilayah Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (21/2/2021) pukul 19.22 WIB (ANTARA/HO.BMKG)

Lokasi Kepulauan Talaud dan Miangas bersebelahan dengan zona tunjaman Lempeng Laut Filipina.

Zona Tunjaman Lempeng Laut Filipina melintas berarah utara-selatan dengan panjang mencapai sekitar 1.200 km, dari Pulau Luzon, Filipina, di Utara hingga Pulau Halmahera di selatan.

Tunjaman Lempeng Laut Filipina adalah sumber gempa potensial pemicu gempa dan tsunami bagi wilayah Maluku Utara seperti Halmahera, Morotai, Miangas dan Kepulauan Talaud.

Catatan sejarah gempa di zona Tunjaman Lempeng Laut Filipina cukup banyak, yang menunjukkan di wilayah ini sudah sering terjadi gempa kuat dan merusak.

Baca Juga:Usai Gempa M 7,1 Melonguane Talaud Mulai Normal Lagi

Daryono merincikan yaitu gempa merusak Kepulauan Talaud pada 23 Oktober 1914 (M 7,4), gempa merusak Halmahera pada 27 Maret 1949 (M 7,0). Gempa merusak Kepulauan Talaud pada 24 September 1957 (M 7,2).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini