alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Video Syur Anak SD dan SMP Mesum di Dekat Sekolah dan Kantor PPK di Tasik

Andi Ahmad S Rabu, 03 Maret 2021 | 18:46 WIB

Video Syur Anak SD dan SMP Mesum di Dekat Sekolah dan Kantor PPK di Tasik
Ilustrasi mesum [Istimewa] 

Anak SD dan SMP Tasikmalaya mesum ternyata dilakukan di dekat kantor sekolah. Video itu saat ini viral di media sosial dan mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

SuaraBogor.id - Anak SD dan SMP Tasikmalaya mesum ternyata dilakukan di dekat kantor sekolah. Video syur itu saat ini viral di media sosial dan mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Tak hanya itu, anak SD dan SMP Tasikmalaya mesum itu juga ternyata berlokasi dekat kantor PPK di tasikmalaya.

Saat ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan investigasi kaitan viralnya video mesum tersebut.

Hasil investigasi KPAID menemukan fakta bahwa pelaku yang terekam video diduga masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga: Muatan Mobil Pick Up Mencengangkan, Cara Angkut Kayu Ini Bikin Heran

Sementara, perekam video viral merupakan orang lain yang bersembunyi merekam aksi sejoli ini.

“Kami dalami dan investigasi terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pemeranya masih anak anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam waktu dekat akan kami panggil para pihak yang terlibat. Kami lakukan edukasi," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.

Ditambahkan Ato, area kantor desa yang berada satu komplek dengan sekolah dan gedung PPK menjadi tempat dua pasang sejoli itu melakukan tindakan asusila.

Dalam video itu terlihat kedua anak ini beradegan layaknya orang dewasa sambil bersandar di dinding bangunan, sedangkan seorang temannya menunggu dengan duduk di atas motor.

"Dalam investigasi ditemukan perbuatan ini dilakukan di areal desa ada gedung PPK, sekolah, dan dilakukan siang hari. Sementara pengambilan video oleh orang lain. Sudah kami temukan dan akan dipanggil," Kata Ato.

Baca Juga: Setelah Dua Sekretaris Pribadi, Muncul Kasus Siswi Diduga Dikerjai Kepsek

Ato pun menyayangkan tindakan asusila yang dilakukan dua pelajar tersebut. Hal itu terjadi sebagai dampak minim pengawasan orang tua serta efek negatif dari handphone. Siswa sekarang lebih leluasa menggunakan gagdet dengan alasan belajar daring.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait