"Kalau pemadam telat sedikit lagi saja, pasti kebakar habis kontrakan 20 pintu yang persis disamping api," tuturnya.
Agus dan warga sekitar tidak ikut memadamkan api. Namun mereka berkontribusi membukakan jalan untuk pemadam kebakaran.
Dia menceritakan, akses jalan ke titik api sempat terhalang mobil-mobil yang parkir di depan deretan kontrakan. Sehingga mobil padam tidak bisa masuk untuk memadamkan api.
"Yang punya mobil tidak tahu kemana, pemadam gak bisa lewat. Ya kami angkat saja mobilnya sama-sama," kenangnya.
Baca Juga:Tak Perlu ke Pasar, Warga Depok Bisa Belanja Sayur Pakai Jempol
Kontributor : Immawan Zulkarnain