alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Prof. Ari Kuncoro Sebut Masyarakat Indonesia Rentan Jadi Korban Investasi Ilegal

Andi Ahmad S Senin, 11 Oktober 2021 | 22:29 WIB

Prof. Ari Kuncoro Sebut Masyarakat Indonesia Rentan Jadi Korban Investasi Ilegal
Ilustrasi investasi (unplash).

Hal itu menyebabkan masyarakat Indonesia rentan menjadi korban penipuan atau investasi ilegal.

SuaraBogor.id - Banyaknya masyarakat Indonesia yang tertipu investasi ilegal seperti baru-baru ini terjadi di Bogor, Jawa Barat. Hal itu didasari masih banyaknya warga keuangannya rendah.

Hal itu menyebabkan masyarakat Indonesia rentan menjadi korban penipuan atau investasi ilegal.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro mengatakan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen. Angka ini naik dari 29,7 persen pada tahun 2016.

"Hal ini menunjukkan perbaikan yang signifikan meskipun masih belum dapat dikatakan ideal," kata Rektor dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Baca Juga: Wisata Rindu Alam Bakal Dihidupkan Lagi Pemprov Jabar

Ia mengatakan peran OJK menjadi sangat krusial dalam aspek ini. Masyarakat tentunya tidak perlu menghabiskan banyak waktu guna memastikan legalitas sebuah produk investasi. Proses harus dibuat lebih mudah, sehingga masyarakat merasa berada di pasar yang adil.

"OJK perlu terus memberikan solusi sebagaimana yang saat ini sudah dilakukan seperti penyertaan logo dan klaim OJK pada produk dan institusi keuangan yang telah memiliki izin dan berada dalam pengawasan OJK," katanya.

Prof. Ari mengatakan dari sisi regulasi, OJK memiliki tantangan besar untuk tetap mendorong inovasi keuangan digital dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan, keadilan, dan keterbukaan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

"OJK harus terus menghadirkan inovasi-inovasi kebijakan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang terkini dan terbaik di tingkat lokal dan global," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Ir. Nurhaida menyampaikan bahwa di sektor keuangan digitalisasi hampir terjadi di semua bidang.

Baca Juga: 4 Info Penting Museum Zoologi Bogor, Termasuk Harga Tiket Masuk

Transformasi digital berkembang sangat pesat mulai dari bidang traveling dengan memesan tiket secara online, bidang entertainment dengan menonton film secara online dan bisa mengunduhnya, bidang shopping dengan berbelanja online di Bukalapak, Lazada, Shopee, dan lainnya, dan bidang transportasi dengan memesan ojek online seperti Gojek, Grab, dan sebagainya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait