alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polemik Pinjol Ilegal, Rocky Gerung Sindir Jokowi

Andi Ahmad S Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:05 WIB

Polemik Pinjol Ilegal, Rocky Gerung Sindir Jokowi
Rocky Gerung. (tangkap layar)

Pinjol ilegal bahkan dianggap telah meresahkan masyarakat, karena banyak yang mengaku sering mendapat teror.

SuaraBogor.id - Belakangan ini publik dibuat heboh dengan adanya pinjaman online (Pinjol). Bahkan, saat ini menjadi masalah serius yang sedang dihadapi oleh pemerintah.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Rocky Gerung mengatakan, banyaknya muncul pinjol ilegal yang memberikan kemudahan pencairan tapi membebankan bunga yang tinggi sangat merugikan masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu.

Pinjol ilegal bahkan dianggap telah meresahkan masyarakat, karena banyak yang mengaku sering mendapat teror.

Tak hanya itu, pinjol ilegal ini bahkan sampai membuat salah seorang warga di Wonogiri memutuskan untuk mengakhiri hidupnya lantaran terjebak pinjol ilegal.

Baca Juga: Biarkan Sopir Tetap Menyetir, Jokowi Turun Dorong Mobil karena Mogok Tak Kuat Nanjak

Saat ditelusuri, ternyata yang membuat teror kepada salah seorang warga Wonogiri itu adalah warga negara China.

Atas kejadian itu, Rocky Gerung dengan blak-blakan mengatakan bahwa pinjol sejatinya merupakan ide awal dari Presiden Jokowi.

Menurut Rocky, ide yang awalnya disebut bisa memulihkan ekonomi itu malah justru membuat warga menjadi tercekik.

“Ini kan ide dari awal idenya Pak Jokowi itu, ‘tenang nanti ada pinjol’ segala macem itu,” terang Rocky Gerung, dikutip dari kanal Youtubenya via Kabarbesuki, mengutip dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Minggu (24/10/2021).

“Maka rakyat bergerombol di sekitar rentenir-rentenir ini dengan asumsi ekonomi akan cepat pulih, maka utang bisa dilunasi, karena pemerintah menjamin,” imbuhnya.

Baca Juga: Sudah Satu Jam Jokowi Tidur dalam Mobil, Sopir dan Ajudan Tidak Berani Bangunkan

Rocky juga mengatakan bahwa munculnya pinjol ilegal adalah situasi sosial yang dihasilkan oleh keberadaan pemerintah yang kacau.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait