Patok Sudah Terpasang Sejak 2018, Warga Tak Pernah Diberi Sosialisasi Pembangunan Kawasan Wisata di TNGGP

"Pihak pengembang maupun TNGGP tidak pernah memberitahukan atau menyosialisasikan terkait pemasangan patok...

Galih Prasetyo
Selasa, 15 Februari 2022 | 20:25 WIB
Patok Sudah Terpasang Sejak 2018, Warga Tak Pernah Diberi Sosialisasi Pembangunan Kawasan Wisata di TNGGP
Plang PT Cibodas Puncak Nirwana di area kawasan wisata di lahan hutan konservasi (Suara.com/Fauzi Noviandi)

SuaraBogor.id - Sejumlah patok pembatas rencana pembangunan terpasang di lokasi yang rencananya akan dijadikan kawasan wisata di lahan hutan konservasi milik Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan pantauan SuaraBogor.id, dilapangan terdapat dua patok pembatas yang berbedas, pertama patok berwarna putih biru terbur dari paralon, sedangkan patok kedua berwarna biru terbuat dari balok kayu.

Selain itu, pengembang juga telah mendirikan plang bertuliskan PT Cibodas Puncak Nirwana, Zona Pemanfaatan Mandalawangi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, SK No SK.469/1/KLHK/2020. Luas 59,22 Ha.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Untuk Konservasi Alam Lingkungan Indonesia (Kadaka) Sabang Sirait, mengatakan sejumlah patok berwarna putih dari paralon sudah terpasang sekitar tehun 2018 lalu.

Baca Juga:Tak Ingin Hutan Dirusak, Warga Tolak Rencana Pembangunan Kawasan Wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

"Jumlah patoknya mungkin banyak, yang tersebar di lahan seluas 59, 22 hektar tersebut. Patok-patok batas itu sudah terpasang cukup lama. Bahkan, untuk patok paralon sudah terpasang sejak 2018," kata Sabang, yang juga pegiat lingkungan, kepada wartawan, Selasa (15/2/2022)

Pemasangan patok-patok batas tersebut, kata dia, tidak pernah diketahui dan disosialisasikan kepada masyarakat setempat.

"Pihak pengembang maupun TNGGP tidak pernah memberitahukan atau menyosialisasikan terkait pemasangan patok-patok batas tersebut. Kita mengetahuinya, setelah kita melihat langsung ke lokasi," jelasnya.

Ia mengatakan, selain memasang patok batas pengembang juga memasang plang bertuliskan PT Cibodas Puncak Nirwana.

"Pihak pengembang mengaku sempat menyosialisasikan terkait pemasangan patok batas dan plang. Namun, warga tidak pernah mengetahuinya. Bahkan, site plan pembangunan kawasan itu juga tidak pernah terbuka kepada warga," ujarnya.

Baca Juga:1,5 Ton Sampah Penuhi Gunung Gede Pangrango, Relawan: Seharusnya Pecinta Alam Tidak Tinggalkan Sampah

Sabang mengungkapkan, apabila pembangunan kawasan wisata di lahan hutan konservasi itu tetap dilakukan akan berdampak pada kerusakan alam dan dapat menimbulkan bencana.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini