facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tunggu Realisasi Huntap Sejak 2020, Korban Longsor di Sukajaya Bogor Dapat Angin Segar

Andi Ahmad S Senin, 23 Mei 2022 | 21:11 WIB

Tunggu Realisasi Huntap Sejak 2020, Korban Longsor di Sukajaya Bogor Dapat Angin Segar
Penampakan lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Suara.com/Rambiga).

Sekedar informasi, warga terdampak longsor dan banjir bandang di Sukajaya Bogor sejam 2020 menunggu realisasi huntap dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

SuaraBogor.id - Angin segar datang bagi korban longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yakni soal pembangunan hunian tetap (Huntap).

Sekedar informasi, warga terdampak longsor dan banjir bandang di Sukajaya Bogor sejam 2020 menunggu realisasi huntap dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kini, Pemkab Bogor tahun ini akan melakukan pembangunan huntap bagi korban longsor di Kecamatan Sukajaya. Tentunya, ini merupakan kabar gembira.

Masyarakat bersama Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Sukajaya berharap atas kunjungan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu ke lokasi perencanaan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dapat memberi dampak positif bagi warga.

Baca Juga: Jalan Lintas di Manggul Lahat Longsor Gegara Tembok Penahan Roboh

Kepala Desa Cileuksa Ujang Ruhyadi mengatakan, lokasi perencanaan pembangunan Huntap terletak di tiga desa yakni, di Desa Cisarua, Pasir Madang dan Cileuksa.

"Setelah dilakukan kunjungan oleh Kepala Dinas DPKPP beserta tim ke lokasi Cut And Fill di tiga desa diantaranya Desa Cileuksa, Pasir Madang dan Cisarua yang di kerjakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) harapan para kades yang hadir bisa didorong lagi di perubahan anggaran dan pembangunan dapat selesai di tahun 2023 untuk Huntap berikutnya," katanya kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, sudah lama warga terdampak bencana alam awal Januari 2020 lalu yang hingga kini masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) dan berisiko masalah kesehatan terlebih bagi anak anak.

"Warga sudah jenuh dua tahun tinggal di hunian sementara atau pengungsian," katanya.

Faktor kesehatan dan sikologis tumbuh kembang anak korban bencana alam yang tinggal dipengungsian harusnya menjadi program penanganan prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Baca Juga: Kesaksian Warga Lihat Langsung Kecelakaan Mengerikan Menjelang Maghrib di Bogor, Tiga Orang Dikabarkan Luka Parah

"Karena menyangkut masa depan putra asli Bumi Tegar Beriman," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait