Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kecewa Dana Program Satu Miliar Satu Desa Telat, Kades di Bogor Menanti Ade Yasin Bebas

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 22 September 2022 | 16:33 WIB

Kecewa Dana Program Satu Miliar Satu Desa Telat, Kades di Bogor Menanti Ade Yasin Bebas
DOK - Sidang Kasus Dugaan Suap Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin [Ist]

"Tinggal keberanian dari hakim. Kedua, harapan kami pelayanan lebih bagus dari hari ini," kata salah satu kepala desa itu.

SuaraBogor.id - Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin bakal menjalani sidang pembacaan putusan dalam perkara suap auditor BPK di Pengadilan Tipikor Bandung pada Jumat (23/9/2022) besok.

Jelang pembacaan vonis, para Kepala Desa di Kabupaten Bogor mengaku menanti Ade Yasin bebas dari perkara hukum yang kini menjeratnya agar pelayanan publik di daerahnya kembali berjalan optimal.

"Harapannya Bu Ade segera bebas, aktif kembali jadi bupati dan memimpin Kabupaten Bogor. Sekarang, pencairan anggaran dana desa (ADD), Samisade saja ada keterlambatan," kata Kepala Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, Dian Hermawan di Bogor, Kamis (22/9/2022).

Samisade (Satu Miliar Satu Desa) adalah merupakan Aplikasi Realisasi anggaran Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa pada Program Satu Miliar Satu Desa untuk mendorong transparansi penyelenggaraan pembangunan desa di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Jalin Kerja Sama dengan BWI, IPB Investasikan Wakaf Rp200 Miliar di Sukuk Wakaf

Ia berharap Ade Yasin mendapatkan vonis bebas dari dakwaan sehingga pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor bisa berjalan lancar kembali.

Ia juga mengeluhkan mengenai adanya kesalahan hitung Bagian Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang sedang dialami desanya, dari semula Rp1,3 miliar kini tinggal Rp1 miliar.

"Permasalahannya sudah disampaikan ke DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), jujur beberapa kali mentok ke DPMD. Kalau ada Bu Ade masalah seperti ini bisa cepat ditangani," kata Dian.

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan inovasi yang pro terhadap masyarakat, seperti halnya kenaikan insentif RT.

"Bisa meningkatkan lebih baik lagi pelayanan, di zaman beliau (Ade Yasin) honor RT dan RW dari Rp 300 ribu, sekarang menjadi Rp 500 ribu," kata Dian Hermawan.

Baca Juga: Terungkap, Guru SMA di Bogor Akui Raba Area Sensitif Siswi untuk Pastikan Haid

Sementara itu Kepala Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Muhammad Rifqi Abdillah juga berharap Ade Yasin bebas dan Pemerintah Kabupaten Bogor kembali optimal menjalankan fungsi pelayanan publik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait