Cinta Segitiga Berujung Tragis, Dewi Dibunuh Kekasihnya Sendiri di Bukit Pelangi Sentul

Dewi dibunuh dengan jara dijerat menggunakan ikat pinggang. Hal ini terkuak dari hasil olah TKP yang dilakukan Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat.

Andi Ahmad S
Sabtu, 02 Maret 2024 | 13:41 WIB
Cinta Segitiga Berujung Tragis, Dewi Dibunuh Kekasihnya Sendiri di Bukit Pelangi Sentul
ilustrasi pembunuhan. [Envato Elements]

“Memang ada (diiming-imingi uang) dibayar sebesar Rp 50 juta,” ucapnya.

Surawan menjelaskan berdasarkan keterangan dari para pelaku, terkuak kenyataan bahwa otak dari pembunuhan berencana tersebut adalah DP yang merupakan kekasih dari DA.

Sementara itu, Surawan juga menjelaskan bahwa ada unsur kecemburuan dan cinta segitiga antara pelaku dan korban.

“Perempuan DP, pacarnya D, eksekutornya R (teman D). Korban juga pacarnya D. Iya korban kekasihnya D, jadi memang itu permintaan otak pelaku si DP. Otaknya dua DP dan D,” kata Surawan saat dikonfirmasi.

Baca Juga:Pengembangan Produksi Pertanian di Bogor Disorotan, Kinerja Distanhorbun Dievaluasi

“Kalau D dan korban satu teman kerja, Satu kantor. Kalau DP beda kantor, kalau R eksekutor memang tidak bekerja,” tambahnya.

Selain itu, Surawan juga mengungkapkan bahwa D dan DP sempat menjanjikan sejumlah uang kepada R guna menjalankan aksi pembunuhan tersebut.

Saat pembunuhan terjadi, DP yang menjadi dalang dari kejadian tersebut tidak berada di lokasi kejadian. Perannya baru dimainkan setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

“Saat pembunuhan terjadi DP nya belum disini (TKP) belum ada dia. Memang dia yang mengatur semuanya tapi dia tidak ada di sini. Setelah dari sinilah baru ke Jakarta jemput si DP. Baru dari jakarta itu DP ikut sampai Cirebon, kemudian kuningan sampai Banjar,” paparnya.

Diketahui sebelumnya bahwa korban dibunuh dengan dicekik dengan ikat pinggang dan selama perjalanan korban diletakan seperti orang tertidur.

Baca Juga:Jelang Ramadan, Satpol-PP Amankan 18 PSK Jalur MiChat di Sukaraja Bogor

“Selama di mobil koban itu didudukkan di jok belakang ditutup dengan masker seolah-olah dia tidur di tengah jalan korban kemudian ditidurkan di jok belakang karena jok belakang yang bisa di tempat tidur sehingga ditidurkan di belakang," paparnya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini