Kaka-Beradik di Cibinong Hilang Bukan Kabur, Diduga Lari dari Trauma Pelecehan Ayah Tiri

Berdasarkan analisis psikolog dan pengakuan korban, mereka diduga kuat menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat, yakni ayah tiri mereka.

Andi Ahmad S
Sabtu, 29 November 2025 | 21:52 WIB
Kaka-Beradik di Cibinong Hilang Bukan Kabur, Diduga Lari dari Trauma Pelecehan Ayah Tiri
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait [Egi/SuaraBogor]
Baca 10 detik
  • Dua kakak-beradik di Cibinong yang dilaporkan hilang ditemukan Komnas PA. Mereka diduga kabur karena menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah tiri. 

  • Setelah diwawancarai, Komnas PA berkoordinasi dengan Polres Bogor dan melaporkan temuan dugaan kasus pelecehan seksual dan pencabulan yang dialami korban. 

  • Komnas PA mendampingi ibu kandung korban membuat laporan resmi ke Polres Bogor terkait dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah tiri.

SuaraBogor.id - Kabar hilangnya dua bocah kakak-beradik di Cibinong, Kabupaten Bogor, sempat membuat geger grup WhatsApp warga dan media sosial lokal beberapa waktu lalu. Namun, di balik poster Orang Hilang yang tersebar, tersimpan sebuah tragedi pilu yang menampar rasa kemanusiaan kita.

Bukan diculik oleh sindikat perdagangan orang atau tersesat, KPA (13) dan adiknya, ATA (12), ternyata nekat melarikan diri dari rumah demi menyelamatkan diri dari predator yang seharusnya menjadi pelindung mereka. Fakta mengejutkan ini terungkap setelah Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menerima kedua bocah tersebut dan melakukan pendampingan intensif.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, membeberkan kronologi penemuan kedua anak tersebut. Semuanya bermula ketika seorang warga yang peduli membawa KPA dan ATA ke kantor Komnas PA karena melihat kondisi mereka yang memprihatinkan.

"Dan kebetulan hari Rabu, kami menerima laporan dari masyarakat yang membawa dua anak ini ke kantor Komnas Perlindungan Anak. Lalu kami lakukan deep interview. Ternyata anak kita ini, dua orang ini, mengalami tekanan yang cukup luar biasa," kata Agustinus di Bogor, Jumat, 28 November 2025.

Baca Juga:Anggaran Turun Rp700 Miliar, Janji Rp1,5 Miliar per Desa - Beasiswa Tetap Gaspol di APBD Bogor 2026

Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi neraka bagi KPA dan ATA. Berdasarkan analisis psikolog dan pengakuan korban, mereka diduga kuat menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat, yakni ayah tiri mereka.

"Kemudian kemarin kami berkoordinasi dengan Polres Bogor dan UPT dan kami sudah melaporkan hasil temuan kami bahwa ternyata hilangnya anak ini dugaan sementara adalah karena terkait dengan kasus yang mereka alami, yaitu pencabulan dan pelecehan untuk kedua-duanya," ungkap Agustinus.

Fakta bahwa kedua anak tersebut—kakak dan adik—menjadi korban sekaligus, menunjukkan betapa seriusnya ancaman predator seksual di lingkungan domestik.

Kasus kekerasan dalam lingkup keluarga seringkali tertutup rapat karena adanya relasi kuasa yang timpang antara orang tua dan anak.

Tidak tinggal diam, Komnas Perlindungan Anak langsung bergerak cepat membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka mendampingi ibu kandung korban untuk membuat laporan resmi di Polres Bogor agar pelaku segera ditangkap dan diadili.

Baca Juga:Kasus Alvaro Belum Usai: Polisi Buru Kemungkinan Pelaku Lain dan Menanti Hasil DNA Rahang

"Hari ini kami memastikan datang ke Polres Bogor , memastikan bahwa laporan kami diteruskan dan hari ini sudah dibuatkan laporan pengaduan resmi dan kita juga sudah berkoordinasi dengan ibu kandung sehingga sudah dibuatkan laporan yang kami dampingi itu dibuatkan laporan dari ibu kandungnya," jelasnya.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak