-
Pemkot Tangsel membuang 200 ton sampah per hari ke TPA Cileungsi melalui kerja sama bisnis dengan PT Aspex Kumbong untuk mengatasi penumpukan sampah di ruang publik.
-
Biaya retribusi pembuangan sampah tersebut mencapai Rp90 juta per hari, dengan tarif Rp450 ribu per ton, sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu fasilitas di TPA Cipeucang rampung.
-
Kerja sama ini bersifat sementara karena Pemkot Tangsel sedang fokus menyiapkan lahan 5 hektare untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik demi penanganan sampah yang lebih mandiri.
Namun, realisasi proyek ini membutuhkan lahan yang luas, yakni sekitar 5 hektare untuk PSEL dan 5.000 meter persegi untuk fasilitas pendukung lainnya. Proses ini tentu memakan waktu yang tidak sebentar.
4. Tantangan Pembebasan Lahan
Kendala utama dari solusi permanen di Tangsel adalah ketersediaan lahan. Pilar Saga Ichsan mengakui bahwa proses pengadaan tanah untuk infrastruktur sampah sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat sekitar.
"Sekarang belanja lahan juga kan masyarakat ada proses. Belanja lahan itu tidak serta merta sekarang beli besok buang," paparnya.
Baca Juga:3 Wisata Alam di Cibinong untuk Healing Singkat Akhir Pekan
Pilar pun menutup dengan pernyataan bahwa pemerintah tetap berhitung soal efisiensi.
"Tapi ada batasnya dong. Kita cari kerja sama yang paling efektif, efisien mana yang paling menguntungkan," kata dia. [Antara].