Antara Hidup dan Mati, Menanti Isep Pulang dari Tambang Pongkor Demi Janji Menikah Habis Lebaran

Anda duduk tegar di hadapan wartawan, namun tatapan matanya tak bisa menyembunyikan gurat kecemasan dan kepasrahan.

Andi Ahmad S
Minggu, 18 Januari 2026 | 19:57 WIB
Antara Hidup dan Mati, Menanti Isep Pulang dari Tambang Pongkor Demi Janji Menikah Habis Lebaran
Anda seorang ayah Isep menunjukkan foto anaknya bersama sang pacar di Desa Urug, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat [Ist]
Baca 10 detik

Berikut adalah 3 kesimpulan utama dari berita tragedi asap di PT Antam Pongkor tersebut:

Tragedi Kemanusiaan di Lubang Tambang Ilegal Insiden asap tebal yang terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, melibatkan 11 orang penambang emas ilegal. Dari jumlah tersebut, 5 orang dinyatakan selamat, 2 orang telah meninggal dunia dan dimakamkan, sementara 4 orang lainnya (Isep, Aji, Akim, dan Adam) masih dalam proses evakuasi dan belum ditemukan nasibnya.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Keluarga Korban Isep, salah satu korban yang masih terjebak, merupakan tulang punggung keluarga di Desa Urug. Kehilangan atau ketidakpastian nasib para penambang ini memberikan beban mental dan ekonomi yang berat bagi keluarga yang ditinggalkan, mengingat mereka bekerja di lingkungan yang berbahaya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rencana Masa Depan yang Terancam Kandas Tragedi ini terasa sangat memilukan karena salah satu korban, Isep, telah merencanakan pernikahan setelah Idul Fitri 2026. Ayah korban, Anda (59), kini hanya bisa berserah diri dan berharap agar anaknya segera ditemukan dalam kondisi apa pun (hidup atau mati) untuk memberikan kepastian bagi keluarga dan calon istrinya.

Suasana Kedatangan Dua Warga Urug Sukajaya Bogor Yang Jadi Korban Asap Pongkor Nanggung [Ist]
Suasana Kedatangan Dua Warga Urug Sukajaya Bogor Yang Jadi Korban Asap Pongkor Nanggung [Ist]

Firasat itu kini terasa semakin pahit dengan kenyataan yang ada. Lebih mirisnya lagi, Isep ternyata telah memiliki niat suci.

Ia mengaku bahwa anaknya sudah meniatkan diri untuk melakukan pernikahan (Ibadah) setelah Idul Fitri 2026 selesai.

Sebuah rencana masa depan, harapan untuk membangun keluarga, kini tergantung di ujung tanduk. Anda bahkan menunjukkan foto Isep dengan sang calon istrinya, seolah ingin menegaskan impian yang kini terancam hancur.

"Keinginan saya mau idup, mau mati, pengen segera dibawa kesini. Saat ini saya masih menunggu dari tadi. Ini anak saya, ngomonya pengen nikah, ini sama pacarnya abis lebaran ya pengen nikahnya," tutupnya dengan begitu berat beban yang saat ini dia pikul.

Baca Juga:Kesaksian Warga Sukajaya: Kehilangan Anak dan Ipar di Lubang Pongkor, 4 Orang Masih Terjebak

Setiap kata yang keluar dari bibir Anda adalah jeritan hati seorang ayah yang tak berdaya di hadapan nasib.

Menunggu kepastian, antara hidup dan mati, antara harapan dan kehancuran. Kisah Isep, sang calon pengantin yang kini terjebak di lubang tikus, adalah pengingat betapa rentannya kehidupan para penambang ilegal, dan betapa dalam duka yang ditimbulkan oleh setiap insiden di perut bumi Nanggung.
Keluarga-keluarga di Desa Urug kini hanya bisa menanti, berharap agar nyawa-nyawa yang terperangkap dapat segera kembali, meskipun hanya tinggal nama.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak