Siapa Bos di Balik 11 Nyawa Gurandil? Kapolda Jabar Beri Sinyal Seret Pemodal ke Meja Hijau

Peristiwa memilukan ini justru menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk membongkar praktik ilegal yang selama ini berjalan di bawah tanah.

Andi Ahmad S
Jum'at, 23 Januari 2026 | 21:49 WIB
Siapa Bos di Balik 11 Nyawa Gurandil? Kapolda Jabar Beri Sinyal Seret Pemodal ke Meja Hijau
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik

Meskipun penyelidikan terhadap praktik tambang ilegal terus berjalan, kepolisian menetapkan evakuasi korban sebagai prioritas utama. Fokus saat ini adalah menyelamatkan nyawa dan menangani dampak bencana kemanusiaan sebelum beralih sepenuhnya ke ranah pidana.

Kepolisian memberikan sinyal kuat bahwa proses hukum tidak hanya berhenti pada penambang kecil. Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan adanya potensi penetapan tersangka baru, terutama yang menyasar rantai bisnis ilegal dan para pemodal (bos) yang berada di balik layar aktivitas tersebut.

Polisi menyadari bahwa penambangan ilegal didorong oleh faktor ekonomi. Oleh karena itu, strategi jangka panjang yang disiapkan adalah rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi bagi warga di empat kecamatan terdampak (Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, Leuwiliang/Leuwisadeng) agar mereka bisa beralih profesi dan tidak kembali mempertaruhkan nyawa di lubang tambang.

SuaraBogor.id - Tragedi tewasnya 11 penambang emas tanpa izin (gurandil) di kawasan Gunung Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, bukan akhir dari cerita.

Peristiwa memilukan ini justru menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk membongkar praktik ilegal yang selama ini berjalan di bawah tanah.

Pertanyaan besar publik kini tertuju pada satu hal, siapa yang bertanggung jawab. Apakah hanya penambang kecil yang jadi korban, atau para pemodal (bos) di balik layar juga akan diseret ke meja hijau.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, memberikan sinyal kuat bahwa hukum tetap akan ditegakkan. Meski saat ini fokus utama masih pada misi kemanusiaan, kepolisian memastikan bahwa penyelidikan terhadap rantai bisnis ilegal ini termasuk para bos dan penyandang dana masih terus berjalan.

Baca Juga:Tirta Kahuripan Bogor Kirim Alat Penjernih Air Canggih untuk Korban Bencana di Sumatera

Saat dikonfirmasi mengenai nasib para gurandil dan bosnya, Jenderal bintang dua ini tidak menampik adanya potensi penetapan tersangka baru di masa depan.

"Itu semua terbuka, kemungkinan karena yang pertama yang kita lakukan adalah mengevakuasi dulu, ini yang kita utamakan harus menolong korban," tegas Irjen Rudi saat ditemui di Polsek Nanggung, Kamis (23/1/2026).

Namun, dalam situasi bencana kemanusiaan, nyawa manusia menjadi prioritas di atas segalanya sebelum masuk ke ranah pidana.

Polisi menyadari bahwa menangkap pelaku saja tidak akan menyelesaikan masalah perut warga yang bergantung pada emas ilegal.

Oleh karena itu, strategi penanganan akan menyasar akar masalah di empat kecamatan utama yang menjadi lumbung para penambang, yakni Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, dan Leuwiliang atau Leuwisadeng.

Baca Juga:UAS Hadir di Bogor Besok, Pemkab Traktir 11.000 Porsi Makan Gratis untuk Jamaah

"Terus kemudian kita melakukan bagaiman merehabilitasi masyarakat sekitar tambang yang ada di 4 kecamatan (Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, Leuwiliang) supaya mereka tidak mengulangi kembali," jelas Kapolda memaparkan rencana strategisnya.

Pemerintah dan kepolisian sepakat bahwa siklus maut ini harus dihentikan. Warga tidak boleh lagi mempertaruhkan nyawa demi memenuhi kebutuhan hidupnya melalui upaya-upaya penambangan ilegal yang sangat berbahaya bagi dirinya sendiri yang berakibat pada keluarganya.

Sebagai langkah konkret, Kapolda mendorong adanya program pemberdayaan ekonomi baru agar warga tidak kembali ke lubang tikus.

"Itu yang akan kami lakukan terlebih dahulu seperti alih profesi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak