Polres Bogor Resmi Tahan Majikan ASN BPK Pelaku KDRT ART di Gunung Putri

Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menjelaskan bahwa penahanan OAP dilakukan pada hari ini, Senin (23/2/2026).

Andi Ahmad S
Senin, 23 Februari 2026 | 20:49 WIB
Polres Bogor Resmi Tahan Majikan ASN BPK Pelaku KDRT ART di Gunung Putri
Kasat PPA Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri [Tengah] Kasie Humas Polres Bogor, Ipda Hamzah [Kiri] Kanit PPA IPDA Ndaru, di Polres Bogor [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Majikan ART berinisial OAP, oknum ASN BPK, ditahan Polres Bogor pada Kamis (19/2/2026) terkait kasus KDRT FBH.
  • Penganiayaan berulang selama enam bulan terjadi, dibuktikan visum luka akibat trauma panas dan benda tumpul pada korban.
  • Tersangka dijerat UU KDRT dan KUHP dengan ancaman maksimal sepuluh tahun penjara; berkas segera diserahkan ke JPU.

SuaraBogor.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial FBH di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, akhirnya mencapai titik krusial.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, majikan FBH berinisial OAP (37), yang merupakan oknum ASN BPK, kini resmi ditahan oleh Polres Bogor.

Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menjelaskan bahwa penahanan OAP dilakukan pada hari ini, Senin (23/2/2026).

"Updatenya hari ini untuk tersangka sudah dilakukan pemeriksaan di Satres PPA-PPO Polres Bogor terus selanjutnya kami akan melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan,” ujar AKP Silfi.

Baca Juga:Dari Visum hingga Gelar Perkara, Begini Alur Penetapan Tersangka Oknum ASN yang Siksa ART di Bogor

Dalam pemeriksaan sebagai tersangka, AKP Silfi Adi Putri mengungkapkan adanya perbedaan keterangan antara pelaku dan korban.

"Kalau pengakuannya dia sih hanya dibilangnya mencubit saja. Berdasarkan keterangannya ya," jelas AKP Silfi, kepada wartawan di Polres Bogor, Senin (23/2/2026)

Namun, hasil penyidikan Polres Bogor, yang sesuai dengan keterangan korban, menunjukkan adanya penganiayaan berulang yang terjadi selama kurang lebih 6 bulan.

"Kalau keterangan dari korban kan sudah 6 bulan yang lalu ya, cuman baru melapor memang pas kejadian di tanggal 22 Januari tersebut," ungkap AKP Silfi.

Fakta ini diperkuat dengan hasil visum yang menunjukkan luka di bagian kepala, bagian telinga, bagian punggung, dan bagian tangan korban, yang disebabkan oleh trauma panas dan juga trauma benda tumpul.

Baca Juga:Oknum ASN BPK Resmi Jadi Tersangka KDRT Terhadap ART Yatim Piatu di Bogor!

Saat ini, korban FBH, yang sudah tinggal di rumah saudaranya, masih harus memeriksakan kondisi telinganya ke dokter karena informasinya masih ada darah yang menggumpal.

Terkait motif kekerasan, AKP Silfi Adi Putri menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan tersangka, OAP melakukan perbuatan tersebut karena saat itu anaknya jatuh dan korban FBH sebagai pengasuhnya tidak merespons.

"Akhirnya yang bersangkutan marah dan melakukan perbuatan kekerasan," katanya.

Namun, polisi akan terus mendalami keterangan ini, mengingat pengakuan tersangka yang hanya mencubit tidak sesuai dengan luka-luka parah yang dialami korban.

Saat ini, sudah ada 3 orang saksi yang diperiksa, dan polisi memiliki 2 alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.

Dia menambahkan OAP dijerat Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT) dan dilapis dengan pasal penganiayaan di KUHP. Dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini