SuaraBogor.id - Istilah generasi stroberi mungkin tidak asing didengar oleh para generasi X yang lahir antara tahun 1980 dan 2000. Namun, kini di tengah era generasi Z, istilah generasi stroberi kembali muncul.
Apa sebenarnya generasi stroberi? Berikut ini Prof. Dr. Maemunah Sa'diyah menjelaskan akan menjelaskan istilah tersebut.
Menurutnya, Generasi stroberi adalah generasi cukup terpelajar karena mereka pada umumnya terlahir dari kalangan menengah atas.
Mereka memiliki kecerdasan yang baik, kreativitas yang tinggi dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi informasi yang handal layaknya buah stroberi yang memiliki penampilan menarik.
Di samping karakter positif yang dimiliki generasi ini, menurutnya terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjelma menjadi karakter negatif mereka.
"Beberapa contoh yang ada dalam generasi stroberi diantaranya, Sosok ini digambarkan sebagai individu yang mudah merasa terluka atau sensitif, mudah menyerah dan gampang sakit hati, mirip dengan kelemahan fisik buah stroberi, Generasi Stroberi dikategorikan sebagai generasi yang lemah secara emosional dan fisik, memiliki ketahanan rendah terhadap tekanan, dan cenderung menghindari konflik," kata Prof. Maemunah
Lebih Lanjut Prof. Maemunah yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 Bidang Akademik ini menyampaikan Keadaan generasi seperti itu haruslah menjadi pemikiran semua pendidik untuk ditemukan solusi mengatasi, karena generasi muda kini adalah pemimpin bagi masa depan bangsa dan agama.
"Jika mereka yang dianggap terpelajar saja memiliki mental serapuh itu, apalah yang dapat diharapkan dari mereka yang dianggap tidak terpelajar,Saya berpendapat perlu penggalian mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang menggambarkan sosok terpelajar," ujarnya.
"Sosok yang mampu mengaktualisasikan potensi kecerdasannya karena mampu meningkatkan potensi kecerdasan dengan ayat-ayat Allah baik ayat qauliyah maupun ayat kauniyah, Sosok ini bernama Ulul Albab. Ulul Albab disebut 16 x atau ada 16 ayat yang membahas tentang sosok Ulul Albab," sambungnya.
Melalui Karakteristik yang dimiliki Ulul Albab, Prof Mae menyampaikan dapat dikelompokkan menjadi 3 kecerdasan utama manusia; yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.
"Pengembangkan kecerdasan intelektual ini pembelajarannya dapat diarahkan dengan pendekatan HOTS (Higher Order Thinking Skill). Pendekatan ini jelasnya, mengirimkan pelajar untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan kemampuan memproduksi ide-ide baru hingga mengasah kemampuan kritis," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Jalur Puncak Hari Ini: Pemudik Balik Campur Wisatawan, Macet Tak Terhindarkan?
-
Hari Ini, Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Kronologi Kades Klapanunggal Minta Jatah Rp165 juta ke Perusahaan Berkedok THR
-
Escape to Bogor: 7 Tempat Wisata Sejuk untuk Refreshing Saat Libur Lebaran
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai
-
Kades di Bogor Terbukti Minta THR Rp165 Juta ke Perusahaan, Rudy Susmanto Perintahkan Inspektorat
-
Kepadatan Puncak Bogor Tak Terbendung, One Way Arah Jakarta Diperkirakan Sampai Pukul 18.00 WIB