SuaraBogor.id - Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud Md mengklaim bahwa dirinya yang telah menghidupkan kembali Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengadilan pos Bogor Barat, Jawa Barat, yang dikenal dengan GKI Yasmin.
Hal itu diungkapkan Mahfud Md saat menghadiri perayaan natal dan tahun baru Konser Lilin Putih, Rabu (3/1) malam di Balai Sarbini, Jakarta.
"Saudara, saya juga yang dengan tegas meresmikan dan menghidupkan kembali Gereja Yasmin," kata Mahfud, dikutip dari Antara.
Menurut Mahfud, sejak 2006 terdapat sengketa mengenai Gereja Yasmin di Kota Bogor, Jawa Barat. Sengketa tersebut, kata dia, tidak selesai hingga presiden berganti.
"Sampai akhirnya saya berkoordinasi dengan seorang wali kota yang sangat progresif, yaitu Bima Arya. Saya undang ke kantor saya berkali-kali, (dan) saya berkunjung ketemu dia juga berkali-kali. Saya katakan segera resmikan kembali Gereja Yasmin," kata Mahfud.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut kemudian menceritakan bahwa akhirnya Gereja Yasmin dapat diresmikan pada April 2023.
"Dan pada bulan April tahun 2023, setelah belasan tahun gereja ini menjadi sengketa, kemudian kami resmikan secara resmi, secara sah, di bawah perlindungan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.
Ia menambahkan, "semua itu saya dedikasikan dan harus kita dedikasikan demi persatuan dan kesatuan bangsa kita, Indonesia."
Rumah ibadah Gereja Yasmin diresmikan pada 9 April 2023 yang bertepatan dengan peringatan Paskah, di Kota Bogor, Minggu (9/4).
Gereja dengan kapasitas 300 jemaat saat beribadah ini telah menjalani pembangunan selama dua tahun, setelah 15 tahun berkonflik dengan warga sekitar.
Isu konflik ini sempat menjadi sorotan nasional bahkan internasional, sehingga pemerintah pusat turut mendorong penyelesaian konflik ini
Lokasi gereja tersebut yang telah diresmikan merupakan tanah aset Pemerintah Kota Bogor dengan luas lebih kurang 1.600 meter persegi.
Dalam proses perizinan, pihak Gereja dibantu Pemerintah Kota Bogor hingga melobi pemerintah pusat agar konflik mencair dengan komunikasi yang baik. Selain itu, Pemerintah Kota Bogor menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama, pemerintah wilayah setempat serta tokoh agama di sekitar lokasi itu. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop
-
DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026
-
IPB University dan BRIN Luncurkan Innobridge, Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung