SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui program Saung Inflasi, berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok. Dengan mengoperasikan kios pangan murah dan mengembangkan urban farming, program ini berhasil menekan angka inflasi.
Saat ini, lima kios pangan telah beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Saung Inflasi, sauyunan urang ngajagi inflasi, jadi mari bersama-sama kita menjaga inflasi itu bahasa Indonesianya," kata Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri, Kamis (28/11/2024).
Program ini memadukan dua pendekatan agar angka inflasi di Kabupaten Bogor tetap terjaga, yaitu mengoperasikan kios pangan serta membuat urban farming, yakni kegiatan bercocok tanam dan beternak di perkotaan untuk menghasilkan bahan pangan atau kebutuhan lain.
Baca Juga: Momen Cawabup 01, Ade Ruhandi Sungkem ke Ibu Tercinta Sebelum Mencoblos
Saat ini Saung Inflasi menaungi lima kios pangan, yaitu Teladan Mandiri di Jalan Raya Villa Nusa Indah 2 Bojongkulur Kecamatan Gunungputri, Sumber Pangan Rezeki di Jalan Segar Komplek Perkantoran Pemda Kecamatan Cibinong.
Kemudian, tiga kios pangan lainnya bekerja sama dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), yakni di Dramaga, Ciampea, dan Ciomas.
Melalui lima kios pangan itu, Program Saung Inflasi menjual beras SPHP Rp58 ribu per 5 kilogram, beras medium Rp55 ribu per 5 kilogram, bawang merah Rp15.500 per 500 gram, bawang putih Rp17 ribu per 500 gram, cabai rawit Rp10 ribu per paket.
Lalu, cabai keriting Rp10 ribu per paket, gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp23 ribu per kilogram, daging ayam Rp30 ribu per ekor, serta daging sapi Rp98 ribu per kilogram.
Bachril menyebutkan, di Saung Inflasi juga terdapat percontohan urban farming yang berfungsi sebagai tempat pembibitan tanaman serta peternakan mini.
Baca Juga: Kolaborasi Hebat! IPB dan Pemkab Bogor Siap Atasi Krisis Pangan di Bumi Tegar Beriman
"Ada imah bibit, ada imah peternak, juga tempat pelatihan dan ada juga satu lagi imah yumina, jadi itu perternakan ikan di sampingnya ada sayur-sayuran yang bisa dipake juga, jadi konkret kita bisa liat di sini seperti apa penanganan inflasi yang terpadu itu kita lakukan," kata Bachril.
Berita Terkait
-
Hindari Makanan Ini Saat Lebaran Jika Punya Kolesterol Tinggi
-
Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Masih Tinggi Jelang Lebaran, Cek Daftar Pangan Hari Ini
-
Klaim Harga Pangan Jelang Idulfitri Stabil, Bapanas Jamin Stok Aman
-
Pemerintah Gelar Pasar Murah di 2.158 Titik
-
Prabowo Telepon Mentan Amran Malam-malam, Tanya Harga Pangan Ketimbang Saham
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman