-
Perempuan inilah faktor kunci yang memicu Sugeng berani melaporkan kasus pembunuhan anak yang terjadi di daerah Bojonggede.
-
Keberanian Sugeng untuk melaporkan kasus pembunuhan anak yang tragis di Bojonggede muncul berkat pengaruh dan dorongan kuat dari seorang perempuan.
-
Pelaporan kasus pembunuhan anak di Bojonggede akhirnya dapat dilakukan Sugeng karena ada peran seorang perempuan yang memotivasinya.
SuaraBogor.id - Kasus kematian tragis bocah laki-laki berinisial Muhammad Arrasya (MAA) berusia 6 tahun di Perumahan Griya Citayam Permai, Bojonggede, Kabupaten Bogor, terus mengguncang publik. Ibu tirinya, Rita Novita Sari (RN) berusia 30 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Berikut adalah 7 poin penting terkini yang mengungkap detail mengerikan di balik kasus ini:
1. Motif Sepele, MAA Menolak Makan dan Sering Minta Uang Jajan
Kasatreskrim Polresta Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, membeberkan motif pelaku RN (30) menganiaya anak tirinya, MAA (6). Motif utama adalah karena korban "susah menurut" kepada pelaku.
"Yang pertama berdasarkan keterangan dari si tersangka atau pengakuan tidak menuruti apa keinginan dari si tersangka," kata Kompol Made.
2. Status Pelaku Ibu Rumah Tangga, Ayah Korban Karyawan Swasta
Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menjelaskan bahwa RN (30) berstatus sebagai ibu rumah tangga. Sementara itu, ayah kandung korban, Rizky Apriansyah (RA), bekerja sebagai karyawan swasta.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan mendalam terhadap ayah korban RA tidak terbukti melakukan penganiayaan.
3. Rangkaian Kekerasan Brutal Selama Tiga Hari Sebelum Kematian
Baca Juga: Sosok Perempuan yang Menjadi Kunci Keberanian Sugeng Bongkar Pembunuhan Anak di Bojonggede
AKP Made Budi menjelaskan kronologi penganiayaan yang dialami korban. Sejak awal Oktober 2025, pelaku RN kerap memukul pundak, punggung (dengan tongkat), dan bibir korban, serta membenturkan kepala korban ke tembok hingga hidung bengkak.
Puncaknya pada Minggu, 19 Oktober 2025, RN memukul punggung MAA 3 kali karena menolak makan. MAA menangis, meringis kesakitan, dan kemudian terbujur kaku. Penganiayaan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut hingga MAA meninggal dunia pada hari keempat.
4. Jasad MAA Ditemukan dengan Luka Parah dan Sumpalan Tisu di Mulut
Saat jasad MAA ditemukan, kondisinya sangat memilukan. AKP Made Budi mengungkapkan adanya "beberapa luka di sekujur tubuh, di badan, di punggung, di bagian dada, kemudian di bagian wajah."
Pemandi jenazah, Sugeng, bahkan menemukan sumpal tisu di mulut korban yang berfungsi "untuk mencegah darah lebih banyak karena ternyata ada luka robek di bagian bibir bawah." Sugeng juga menemukan benjolan besar dengan luka sobek di kepala belakang korban, menguatkan dugaan penganiayaan.
5. Ayah Korban Sempat Beri Alibi Palsu, Pemandi Jenazah Sempat Gundah
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Perempuan yang Menjadi Kunci Keberanian Sugeng Bongkar Pembunuhan Anak di Bojonggede
-
Kesaksian Pilu Pemandi Jenazah MAA: Temukan Luka Lebam dan Sumpalan Tisu di Mulut Korban
-
Bukan Tolak Perubahan, Tapi Kematian: Jeritan Sopir Angkot di Balai Kota Bogor
-
Najwa Shihab dan Raditya Dika Bongkar Resep Gagal di IPB: Kunci Sukses Keluar dari Zona Nyaman Gen Z
-
Hanya Gara-gara Susah Makan dan Uang Jajan, RN Tega Habisi Nyawa Anak Tirinya!
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BRI Bagikan Total Dividen Rp52,1 Triliun, Termasuk Interim Rp137 per Saham
-
Sentil UI dan IPB, Peneliti TII Tegaskan Candaan Seksis di Grup Chat Bisa Dipidana
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD di Akmil Magelang, Siap Wujudkan Swasembada & Kemandirian Daerah
-
Siapkan Pusat Ekonomi Baru, Bupati Rudy Susmanto Dorong Jalur KRL hingga Jasinga
-
Rekomendasi Spot Foto Baru di Bogor! Ada Atedoz Photobooth di Taman Heulang