-
Perempuan inilah faktor kunci yang memicu Sugeng berani melaporkan kasus pembunuhan anak yang terjadi di daerah Bojonggede.
-
Keberanian Sugeng untuk melaporkan kasus pembunuhan anak yang tragis di Bojonggede muncul berkat pengaruh dan dorongan kuat dari seorang perempuan.
-
Pelaporan kasus pembunuhan anak di Bojonggede akhirnya dapat dilakukan Sugeng karena ada peran seorang perempuan yang memotivasinya.
SuaraBogor.id - Pemandi jenazah korban pembunuhan MAA (6), Sugeng akhirnya membuka tabir gelap kasus pembunuhan anak oleh ibu tirinya RN (30) di Perumahan Griya Citayam Permai, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Minggu 19 Oktober 2025 lalu.
Sugeng mulanya pasrah membiarkan korban dikebumikan dengan rasa curiga karena banyak luka pada tubuh korban saat dimandikan olehnya dan ayah korban.
Tubuh korban banyak lebam, mulut pecah dan berdarah hingga kepala banyak benjolan tak wajar saat Sugeng memandikan hingga mengkafani korban.
"Setelah dikafankan, lalu membawa jenzah kekuburan, sudah saya tawarkan juga untuk membawanya menggunakan ambulan, karena yayasan kami punya ambulan, dan gratis. Namun bapaknya menolak dan dibawa menggunakan motor," jelas dia, Kamis 23 Oktober 2025.
Dengan hati gundah gulana, Sugeng akhirnya turut mengikuti rangkaian hingga dikebumikan korban MAA. Sebab, ia mengetahui bahwa menceritakan korban merupakan sebuah dosa.
"Namun di tengah perjalanan ke tpu, ada kegundahan di hati saya. Karena kondisi jenazah tidak wajar, karena etika pemandi jenazah itu tidak boleh menceritakan apapun yang dilihat ketika memandikan. Untuk mengantar jenazah dua motor, hanya di hadiri pihak keluarga," jelas dia.
Usai ikut menguburkan, Sugeng akhirnya pamit ke pihak keluarga. Namun, setelah arah pulang, tiba-tiba seorang ibu menanyakan nasib anak malang itu.
"Setelah dikubur, saya pamit kepada keluarganya, ada seorang ibu-ibu menanyakan sudah dikubur atau belum, “ini sudah di kubur? Saya terlambat, ini ada dugaan kekrasan dari orang tuanya”," kata Sugeng memperagakan ucapan sosok ibu pembuka tabir gelap kepada Sugeng.
Sugeng akhirnya sadar bahwa kecurigaan meninggalnya MAA bukan karena demam tinggi, namun ada kekerasan di balik tewasnya anak berumur 6 tahun itu.
Baca Juga: Kesaksian Pilu Pemandi Jenazah MAA: Temukan Luka Lebam dan Sumpalan Tisu di Mulut Korban
"Omongan ini membuat saya engeuh dengan apa yang saya lihat, yakin dengan luka di badan anak tersenut karena faktor penganiayaan," jelas dia.
Sugeng bersama ibu pemberi kabar dan dibantu dengan tetangga pelaku, akhirnya melaporkan kasus itu ke pihak berwajib agar kasus itu diusut tuntas.
"Akhirnya kami sepakat untuk melakukan proses hukum kepada orang tua tersebut untuk memperoleh kebenara. Tapi ibu itu bilang bahwa sudah berusaha untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib, cuma ketunda sampai akhirnya meninggal," jelas dia.
Tak banyak pikir, Sugeng bersama warga kompak melaporkan kasus itu pada hari pemakaman MAA. Ia khawatir jika ditunda pelaku melarikan diri.
"Hari itu, karena hawatir yang bersangkutan pergi, jadi langsng diamankan kepada pihak yang berwajib," tutup dia.
Polres Metro Depok akhirnya menangkap pelaku dan melakukan pendalaman hingga melaksanakan ekshumasi jasad korban di pemakaman yang baru dikebumikan 3 hari lamanya.
Berita Terkait
-
Kesaksian Pilu Pemandi Jenazah MAA: Temukan Luka Lebam dan Sumpalan Tisu di Mulut Korban
-
Bukan Tolak Perubahan, Tapi Kematian: Jeritan Sopir Angkot di Balai Kota Bogor
-
Najwa Shihab dan Raditya Dika Bongkar Resep Gagal di IPB: Kunci Sukses Keluar dari Zona Nyaman Gen Z
-
Hanya Gara-gara Susah Makan dan Uang Jajan, RN Tega Habisi Nyawa Anak Tirinya!
-
Sadis! Tabir Kebohongan Ibu Tiri Terbongkar, Pukulan Maut Merenggut Nyawa Anak di Bojonggede
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor