-
Adanya Ketimpangan Data Resmi dengan Fakta Lapangan Insiden asap di area PT Antam Pongkor ternyata menelan korban lebih banyak daripada yang diberitakan secara resmi. Kesaksian keluarga korban mengungkap total ada 11 orang yang terlibat, dengan rincian: 2 orang meninggal dunia (sudah dimakamkan), 4 orang masih terjebak/hilang, dan 5 orang selamat.
-
Tragedi Kemanusiaan di Lingkaran Tambang Ilegal Meskipun para korban berstatus sebagai penambang ilegal (gurandil), insiden ini merupakan tragedi kemanusiaan yang mendalam. Para korban adalah warga lokal yang nekat bertaruh nyawa demi mencari nafkah untuk keluarga, yang kini meninggalkan yatim dan janda dalam kondisi ekonomi sulit.
-
Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Aparat Terkait Terungkapnya informasi ini dari pihak keluarga (Acip Supendi) menunjukkan adanya upaya penutupan fakta atau kegagalan aparatur setempat dalam mendeteksi skala sebenarnya dari aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut, hingga akhirnya memicu kecelakaan fatal yang tersembunyi dari publik.
Acip menegaskan, semuanya warga Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Ini bukan sekadar angka atau nama, melainkan warga desa yang mencari nafkah, mempertaruhkan nyawa di bawah tanah demi secercah harapan bagi keluarga mereka.
Di tengah duka yang mendalam, Acip Supendi menyampaikan harapan yang tulus kepada pemerintah. Walaupun para korban merupakan penambang emas ilegal, ia memohon perhatian serius karena peristiwa ini merupakan kemanusiaan.
Sebuah permohonan yang melampaui batas-batas hukum, menyentuh inti dari nilai-nilai kemanusiaan.
"Kalau saya orang gak mampu. Mungkin ada tunjangannya, bantuannya untuk keluarga almarhum. Karena almarhum (Edi) ini meninggalkan dua anaknya," harapnya, dengan suara lirih yang sarat akan beban dan tanggung jawab.
Edi meninggalkan dua anak kecil, kini tanpa seorang ayah. Bantuan dan tunjangan, seberapa pun kecilnya, akan menjadi harapan bagi kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.
Kesaksian Acip Supendi membuka mata kita pada realitas yang lebih luas dan kompleks dari insiden di Nanggung.
Berita Terkait
-
Menunggu di Balik Pintu yang Tak Akan Pernah Terbuka, Kisah Pilu Istri Korban dalam Tragedi Pongkor
-
6 Warga Desa Urug Diduga Terjebak di Jalur Tikus Tambang Antam, Polisi Buka Posko Laporan
-
Tragedi Pongkor: Polisi Sebut Nihil Korban, Kades Cigudeg Justru Konfirmasi 6 Warganya Tewas
-
Jaga Wilayah Ring 1 Tetap Kondusif, Bupati Rudy Susmanto Temui Danpaspampres
-
Sudah Main Pukul, Ogah Bayar Pula! Viral Kerusuhan di KTV Princess Parung, Waitress Jadi Korban
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri
-
John Herdman Berburu Kiper Pelengkap 23 Pemain Inti Skuad Garuda
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi