Andi Ahmad S
Minggu, 18 Januari 2026 | 19:17 WIB
Suasana Kedatangan Dua Warga Urug Sukajaya Bogor Yang Jadi Korban Asap Pongkor Nanggung [Ist]
Baca 10 detik
  • Adanya Ketimpangan Data Resmi dengan Fakta Lapangan Insiden asap di area PT Antam Pongkor ternyata menelan korban lebih banyak daripada yang diberitakan secara resmi. Kesaksian keluarga korban mengungkap total ada 11 orang yang terlibat, dengan rincian: 2 orang meninggal dunia (sudah dimakamkan), 4 orang masih terjebak/hilang, dan 5 orang selamat.

  • Tragedi Kemanusiaan di Lingkaran Tambang Ilegal Meskipun para korban berstatus sebagai penambang ilegal (gurandil), insiden ini merupakan tragedi kemanusiaan yang mendalam. Para korban adalah warga lokal yang nekat bertaruh nyawa demi mencari nafkah untuk keluarga, yang kini meninggalkan yatim dan janda dalam kondisi ekonomi sulit.

  • Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Aparat Terkait Terungkapnya informasi ini dari pihak keluarga (Acip Supendi) menunjukkan adanya upaya penutupan fakta atau kegagalan aparatur setempat dalam mendeteksi skala sebenarnya dari aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut, hingga akhirnya memicu kecelakaan fatal yang tersembunyi dari publik.

Acip menegaskan, semuanya warga Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Ini bukan sekadar angka atau nama, melainkan warga desa yang mencari nafkah, mempertaruhkan nyawa di bawah tanah demi secercah harapan bagi keluarga mereka.

Di tengah duka yang mendalam, Acip Supendi menyampaikan harapan yang tulus kepada pemerintah. Walaupun para korban merupakan penambang emas ilegal, ia memohon perhatian serius karena peristiwa ini merupakan kemanusiaan.

Sebuah permohonan yang melampaui batas-batas hukum, menyentuh inti dari nilai-nilai kemanusiaan.

"Kalau saya orang gak mampu. Mungkin ada tunjangannya, bantuannya untuk keluarga almarhum. Karena almarhum (Edi) ini meninggalkan dua anaknya," harapnya, dengan suara lirih yang sarat akan beban dan tanggung jawab.

Edi meninggalkan dua anak kecil, kini tanpa seorang ayah. Bantuan dan tunjangan, seberapa pun kecilnya, akan menjadi harapan bagi kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

Kesaksian Acip Supendi membuka mata kita pada realitas yang lebih luas dan kompleks dari insiden di Nanggung.

Load More