-
Jumlah Korban Jiwa Terverifikasi, Hingga Senin, 19 Januari 2026, total korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi berjumlah lima orang. Korban terdiri dari tiga warga Desa Urug (Jaka, Edi, dan Isep Septiana) serta dua warga Desa Malasari (Karta dan Kari).
-
Status dan Lokasi Kejadian, Para korban merupakan penambang emas ilegal (gurandil) yang melakukan aktivitas di area berbahaya atau "lubang tikus" milik PT Antam Pongkor. Proses evakuasi dilakukan melalui kerja sama tim gabungan dan pihak perusahaan, meskipun ada korban yang dievakuasi secara mandiri oleh warga.
-
Ketidakpastian Jumlah Total Korban, Pihak kepolisian belum bisa memastikan jumlah total korban secara keseluruhan karena banyaknya akses masuk ilegal yang sulit dideteksi. Saat ini, kepolisian telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk memverifikasi rumor mengenai adanya korban tambahan.
SuaraBogor.id - Kabut duka yang menyelimuti wilayah Bogor Barat kian pekat. Harapan keluarga untuk melihat kerabatnya pulang dengan selamat perlahan pupus seiring ditemukannya korban-korban baru.
Update terbaru pada Senin, 19 Januari 2026, mencatat adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia dalam insiden di area pertambangan PT Antam Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor.
Jika sebelumnya simpang siur informasi mewarnai pemberitaan, kini fakta lapangan mulai terungkap satu per satu.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah berhasil mengevakuasi jenazah baru dari kedalaman lubang tambang.
Total korban meninggal dunia yang terverifikasi saat ini mencapai lima orang.
Operasi pencarian yang dilakukan tanpa kenal lelah akhirnya membuahkan hasil, meski dalam wujud kabar duka. Kapolsek Nanggung menjelaskan bahwa tiga korban terbaru merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Ketiga korban tersebut teridentifikasi sebagai Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Ketiganya diketahui merupakan penambang emas ilegal (gurandil) yang nekat beraktivitas di area berbahaya tersebut.
Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah gelapnya malam.
"Ada tiga korban yang sudah kita evakuasi, yaitu pada hari minggu jam 01.00 (Minggu), kita melaksanakan evakuasi sampai dengan jam 04.00 dini hari (Senin)," ujarnya menjelaskan di Polsek Nanggung.
Baca Juga: PT Antam Tegaskan Korban Tewas Bukan Karyawan, Melainkan Penambang Tanpa Izin
Secara rinci, tim gabungan bersama pihak PT Antam berhasil mengangkat tubuh Edi dan Jaka pada Minggu (18/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan Isep Septiana baru berhasil dievakuasi menyusul pada Senin (19/1/2026) dini hari.
Selain tiga warga Sukajaya, kepolisian juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dari wilayah lain, yakni Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
Berbeda dengan evakuasi tim gabungan, dua korban dari desa ini dievakuasi secara mandiri oleh rekan-rekannya atau warga setempat.
"Lima orang, yaitu tiga warga desa Sukajaya dan kemudian dua warga Malasari Kecamatan Nanggung," ucap AKP Ucup.
Identitas kedua korban asal Malasari tersebut diketahui bernama Karta dan Kari. Pihak kepolisian Nanggung telah mendatangi keluarga korban untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Kini, jenazah keduanya dikabarkan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Hingga saat ini, pertanyaan besar masih menggantung apakah masih ada korban lain yang tertinggal di lorong-lorong gelap "lubang tikus" tersebut.
Berita Terkait
-
PT Antam Tegaskan Korban Tewas Bukan Karyawan, Melainkan Penambang Tanpa Izin
-
Sempat Simpang Siur, PT Antam Akhirnya Buka Suara Soal 3 Korban Jiwa Warga Sukajaya di Pongkor
-
Parkiran Wahyu Motor Bogor Dilalap Api, 19 Motor Hangus hingga Rugi Ratusan Juta
-
Antara Hidup dan Mati, Menanti Isep Pulang dari Tambang Pongkor Demi Janji Menikah Habis Lebaran
-
Kesaksian Warga Sukajaya: Kehilangan Anak dan Ipar di Lubang Pongkor, 4 Orang Masih Terjebak
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir