- Kejaksaan Agung menjemput paksa tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional di Bogor dan Jakarta atas dugaan korupsi.
- Para tersangka diduga memanipulasi anggaran program Makan Bergizi Gratis tahun 2025–2026 melalui penunjukan yayasan afiliasi secara melawan hukum.
- Penyidik menyita berbagai barang bukti serta menahan ketiga tersangka selama 20 hari untuk proses hukum lebih lanjut.
SuaraBogor.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan gebrakan besar dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tidak main-main, tim penyidik menjemput paksa tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) karena diduga melakukan penyimpangan anggaran tahun 2025–2026.
Penetapan tersangka ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dana besar yang seharusnya dialokasikan untuk perbaikan gizi anak-anak di Indonesia.
Berikut adalah 6 fakta krusial terkait aksi tegas Kejagung tersebut:
1. Sosok Utama: Dadan Hindayana Dijemput di Bogor
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (DH), menjadi tokoh utama yang diamankan. Tim penyidik Jampidsus mendatangi kediamannya di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Penjemputan paksa ini dilakukan untuk memastikan tersangka tidak menghilangkan barang bukti dan memudahkan proses pemeriksaan intensif sebelum status hukumnya resmi dinaikkan.
2. Penangkapan Serentak di Bogor, Jakarta, hingga Hotel
Operasi penjemputan paksa ini dilakukan secara terencana di lokasi yang berbeda-beda bagi ketiga tersangka:
Baca Juga: Sejarah Terukir! DPRD Bogor Gelar Paripurna HJB ke-544 di Kaki Gunung Halimun Salak Nanggung
- Dadan Hindayana: Dijemput di kediamannya di Bogor.
- Lodewyk Pusung: Mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi, dijemput di rumahnya di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
- Sony Sonjaya: Mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, dijemput paksa di sebuah hotel.
3. Penggeledahan Rumah dan Penyitaan Barang Bukti
Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry, menjelaskan bahwa penyidik juga melakukan penggeledahan menyeluruh di kediaman para tersangka. Dari aksi tersebut, petugas membawa sejumlah barang bukti berupa dokumen penting dan alat bukti elektronik yang diduga kuat berkaitan dengan manipulasi tata kelola anggaran MBG.
4. Modus Operandi: Yayasan yang Terafiliasi
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkap modus kejahatan para tersangka. Mereka diduga menunjuk yayasan-yayasan yang memiliki hubungan atau terafiliasi secara pribadi dengan mereka untuk menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penunjukan ini dilakukan secara melawan hukum demi menguntungkan kelompok tertentu.
5. Pelanggaran dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Selain masalah yayasan, ketiga tersangka diduga kuat mengintervensi proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN. Pengadaan tersebut dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku serta berpotensi besar merugikan keuangan negara karena spesifikasi dan harganya tidak melalui kajian riil di lapangan.
Tag
Berita Terkait
-
Sejarah Terukir! DPRD Bogor Gelar Paripurna HJB ke-544 di Kaki Gunung Halimun Salak Nanggung
-
Tinggalkan Gedung Mewah, Pemkab Bogor Pilih Lapangan Citalahab untuk Rayakan Hari Jadi Bogor
-
Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis, 7 Fakta Dadan Hindayana Jadi Tersangka
-
Tetangga: Pak Dadan Hindayana Sudah Lama Kosongkan Rumah
-
Mau ke Palabuhanratu Lebih Cepat? Ini Rute Jalur Poros Baru yang Diwacanakan Pemkab Bogor
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana
-
McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir