"Kalau ini beneran, berarti ini parah. Kalau ini hoax, pelakunya tetap bisa dituntut atas pembohongan publik, menciptakan kegaduhan, penistaan agama (karena mengutip potongan ayat-ayat suci untuk mendukung opini), dan (bisa jadi) pelanggaran privasi atas foto-foto yang terpajang di web," kata dia.
Mengetahui kehebohan tersebut, Aisha Weddings buka suara melalui unggahan terbaru di Facebok.

"Jangan menilai. Jika orang tua mau dan KUA mengeluarkan dispensasi nikah bagi anak. Kenapa murka?? Beberapa keluarga tidak punya uang untuk anaknya. Lebih baik menikah daripada mati kelaparan...," tulis pihak Aisha Weddings dalam unggahan terbarunya Rabu (10/2/2021).
Tentu saja unggahan terbaru ini mendapat reaksi keras dari warganet, yang seolah-olah membenarkan pernikahan dini bagi wanita.
Baca Juga:Aksi Pria Tolong Bapak-bapak Kelelahan, Endingnya Bikin Ingat Orangtua
"Ngawuuurrr. Jika takut kelaparan lalu solusinya menikahkan anak, apa bedanya dengan menjual anak? Hanya karena orang tuanya malas, bisa bikin anak tapi tidak mampu menafkahinya dan melepas tanggung jawab kepada orang lain dengan kemasan pernikahan. Kalo mau usaha cari makan dari EO perkawinan, gak kaya gitu. cwiihhh. Nista luuh," kata Lenie Sahari.
"Sinting banget, menikahkan anak dibawah umur ini juga nggak bisa jadi solusi memberantas kemiskinan. Menikah muda, mental nggak siap apalagi finansial, nanti kalau punya anak, anaknya lahir dalam kemiskinan alasan lagu gabisa menyekolahkan dinikahkan lagi, alhasil malah menambah lingkaran kemiskinan yang lebih banyak! Belum kalau bercerai, lalu anak yg dihasilkan dr pernikahan macam ini bagaimana nanti nasibnya?," kata Fadhila Sukma.
"Cara berpikir yg sempit, menggunakan agama jadi dalih, cari duit banyak cara, bukan dengan membenarkan pikiran sempit anda dengan dalil2 agama," komentar Ileonora.