3 Kecamatan di Cianjur Diterjang Bencana

Sebanyak tiga kecamatan di Cianjur diterjang bencana. Bencana terjang Cianjur itu merupakan bencana hidrotmeteorologi.

Andi Ahmad S
Selasa, 16 Februari 2021 | 16:32 WIB
3 Kecamatan di Cianjur Diterjang Bencana
Ilustrasi tanah bergerak di Cianjur. (Ist)

SuaraBogor.id - Sebanyak tiga kecamatan di Cianjur diterjang bencana. Bencana terjang Cianjur itu merupakan bencana hidrotmeteorologi seperti angin puting beliung, banjir, longsor dan pergerakan tanah.

Bencana terjang Cianjur itu terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cipanas, Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Mande.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi di Cianjur, Senin, mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Desa Batulawang, Sindanglaya dan Palasari-Kecamatan Cipanas, angin puting beliung dan pergerakan tanah.

Di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, terjadi pergerakan tanah, sedangkan di Kecamatan Mande terjadi banjir bandang.

Baca Juga:Angin Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Luwu dan Luwu Utara

"Bencana hidrometeorologi terjadi setelah sebagian besar wilayah tersebut, diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan berbagai bencana alam terjadi di satu wilayah," katanya. dilansir dari Antara, Selasa (16/2/2021).

Faktor utama terjadinya bencana hidrometeorologi akibat tingginya intensitas hujan setiap harinya, bahkan hingga saat ini, ungkap dia, instesintas hujan deras yang turun hampir merata di sebagian besar wilayah Cianjur, sehingga warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kami tetap mengimbau warga untuk waspada dan ekstra hati-hati serta segera mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadinya bencana. Terlebih hingga saat ini, curah hujan masih tinggi melanda sebagian besar wilayah Cianjur mulai dari utara hingga selatan," katanya.

Pihaknya mendata dari tiga kecamatan yang dilanda bencana alam tersebut, menyebabkan seratusan kepala keluarga mengungsi, 24 rumah terendam banjir, sehingga rusak berat dan sedang di Desa Murnisari, Kecamatan Mande.

Sedangkan akibat pergerakan tanah di Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, 14 rumah rusak berat dan akibat pergerakan tanah di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, 15 rusak berat tidak dapat ditinggali, sehingga puluhan jiwa terpaksa mengungsi.

Baca Juga:Tak Dapat Bantuan, Begini Kondisi Para Korban Rumah Amblas di Serang

"Hingga saat ini, belasan kepala keluarga yang terdiri dari 43 jiwa di Desa Rawabelut masih mengungsi karena pergerakan tanah terus meluas dengan kedalaman yang lebih dari 2 meter. Mereka mengungsi di sejumlah tempat termasuk di rumah sanak saudaranya," kata Irfan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini