alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dugaan Korupsi di Damkar Depok Kini Digarap Kejari

Andi Ahmad S Rabu, 14 April 2021 | 08:46 WIB

Dugaan Korupsi di Damkar Depok Kini Digarap Kejari
Petugas Damkar Depok Sandi bongkar dugaan korupsi di Damkar Kota Depok (Terkini.id/Istimewa]

Dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok

SuaraBogor.id - Dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok memasuki babak baru. Kekinian, Kejaksaan Negeri Depok juga turut mendalami kasus tersebut.

Aksi pegawai Damkar Depok bernama Sandi menyebarluaskan foto dirinya tersebut, sambil menunjukkan spanduk berisi protes dan mendesak dugaan korupsi di Damkar Depok tempat kerjanya mendapatkan perhatian dari banyak pihak.

Isi tulisan dalam poster adalah 'Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi, Dinas Pemadam Kebakaran Depok'.

Kasus dugaan korupsi di Damkar Depok kini digarap Kejari Depok.

Baca Juga: Yan Harahap Tantang Moeldoko Sikat Korupsi Jiwasraya dan Asabri

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan dugaan korupsi pengadaan sepatu di Dinas Damkar Kota Depok sejak Maret lalu.

"Terkait pengadaan sepatu di Damkar Kota Depok, Kejaksaan Negeri Depok telah melakukan pengumpulan data dan informasi sekitar akhir bulan Maret, setelah adanya pemberitaan di media online lokal Kota Depok," kata Herlangga, Rabu (14/4/2021).

Pihaknya juga sudah meminta keterangan sejumlah pihak di dinas tersebut. Kasus yang didalami adalah dugaan pengadaan sepatu yang tidak sesuai standar.

"Beberapa pejabat di Damkar telah dimintai klarifikasi untuk memperoleh informasi dan keterangan terkait pengadaan sepatu tersebut," jelasnya

Lebih lanjut dikatakan dia pada April 2021, ada warga yang secara resmi melaporkan dugaan korupsi itu kepada Kejari Depok. Laporan itu sedang didalami.

Baca Juga: Gara-gara Kebocoran Soal ASPD, Kepala Sekolah SMPN 4 Depok Dinonaktifkan

"Ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Depok. Hingga saat ini masih dalam proses pengumpulan data dan informasi," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait