alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sindir Yaqut, Novel PA 212: Diduga Cuma Lulusan SMA Bisa Mengatur Agama

Andi Ahmad S Minggu, 06 Juni 2021 | 09:07 WIB

Sindir Yaqut, Novel PA 212: Diduga Cuma Lulusan SMA Bisa Mengatur Agama
Jubir Alumni 212, Habib Novel Bamukmin (Suara.com/Chyntia)

Namun, kali ini Novel Bamukmin sindir sertifikasi pendakwah. Hal ini berkaitan dengan wawasan kebangsaan seperti yang diinisiasi Menag Yaqut Cholil Qoumas.

SuaraBogor.id - Soal gagalnya keberangkatan calon jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci masih menjadi pembahasan, kekinian Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin angkat suara soal Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

Namun, kali ini Novel Bamukmin sindir sertifikasi pendakwah. Hal ini berkaitan dengan wawasan kebangsaan seperti yang diinisiasi Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Menurut Novel, keputusan Yaqut sebaiknya tidak dilakukan. Sebab pada dasarnya para pendakwah tentu sudah memahami wawasan kebangsaan. Novel berpendapat bahwa masalah terbesar adalah di mana para pejabat berambisi besar untuk kekuasaan.

“Namun, yang jadi masalah adalah para pengelola negara ini yang memaksakan kehendak ambisi politik mungkarnya sehingga bangsa ini dibuat gaduh terus,” ujar Novel, dilunik dari Hops.id -jaringan Suara.com, Minggu (6/6/2021).

Baca Juga: Pasal Dadakan Tes Wawasan Kebangsaan, Kejanggalan 2 Dokumen Alih Pegawai KPK

Novel mengatakan akibat dari ambisi kekuasaan tersebut, masyarakat dibuat terpecah belah. Terlebih, kata Novel, para ulama dan pemuka agama yang kemudian dijadikan target.

“Justru ulama yang istikamah malah menjadi korbannya,” tambah Novel.

Kendati demikian, Novel menyebut bahwa dirinya tak masalah dengan adanya sertifikasi penceramah. Asalkan, kata Novel, hal tersebut tidak melanggar apa yang tertera dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Justru sertifikat tidak bisa diberikan kepada oknum ustaz yang terindikasi sebagai kelompok pendukung penista agama,” ujar dia.

Novel juga menyindir pejabat yang menurutnya tak terlalu paham agama tapi diberikan amanat untuk mengatur urusan keagamaan di Indonesia.

Baca Juga: Dana Haji Tidak Hilang, 1.281 Calon Jamaah Haji di Kepri Bisa Ajukan Pengembalian

“Bahkan membuat gaduh negara ini dengan pernyataan nyeleneh yang menyulut umat Islam,” kata Novel.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait