alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 Melejit, Dewan Minta Disdik Bogor Cari Solusi Belajar Efektif

Andi Ahmad S Jum'at, 02 Juli 2021 | 09:14 WIB

Kasus Covid-19 Melejit, Dewan Minta Disdik Bogor Cari Solusi Belajar Efektif
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daen Nuhdiana [Antara]

Saat ini kata Daen Nuhdiana, kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor cukup tinggi, tentunya ini menjadi perhatian bagi Disdik Kabupaten Bogor, untuk mencari terobosan.

SuaraBogor.id - Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daen Nuhdiana meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk mencari solusi, cara pembelajaran yang efektif.

Saat ini kata Daen Nuhdiana, kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor cukup tinggi, tentunya ini menjadi perhatian bagi Disdik Kabupaten Bogor, untuk mencari terobosan cara pembelajaran.

"Pendidikan adalah ikhtiar kita untuk membangun generasi bangsa. Kondisi pandemi yang memaksa pembelajaran jarak jauh harus dievaluasi efektivitasnya. Sejauh ini banyak keluhan baik dari orangtua maupun peserta didik," ujar Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Daen Nuhdiana, di Cibinong, Bogor.

Menurutnya, persoalan kegiatan belajar mengajar (KBM) harus mendapatkan prioritas pemerintah, selain penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Baca Juga: PPKM Darurat Jawa-Bali, Syamsuar Ingatkan Ini ke Pejabat dan Warga Riau

Politisi tersebut meminta Dinas Pendidikan melakukan kajian secara komprehensif, bisa dengan cara melibatkan pakar pendidikan, sehingga bisa melakukan evaluasi terhadap pembelajaran jarak jauh dan merumuskan metode pembelajaran yang efektif meski kasus COVID-19 sedang tinggi.

"Ini harus menjadi perhatian serius. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak belajar seadanya," kata Daen.

Ia mengatakan, hasil kajian tersebut nantinya bisa dijadikan kebijakan. Setiap opsi pembelajaran yang direkomendasikan, harus juga disertai analisa terhadap kesiapan sekolah dan peserta didik serta solusi atas kendala yang dihadapi.

Disdik Kabupaten Bogor sebelumnya berencana memberlakukan pendidikan tatap muka pada bulan ini.

Namun, lonjakan kasus COVID-19 membuat kebijakan ini berpotensi belum bisa direalisasikan. [Antara]

Baca Juga: Dalam Seminggu, Indonesia Catat Rekor Kasus COVID-19 Harian 4 Kali

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait