alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mahasiswa Fakultas Hukum UI Sumbang Medali Emas di PON XX Papua

Hairul Alwan Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:18 WIB

Mahasiswa Fakultas Hukum UI Sumbang Medali Emas di PON XX Papua
Atlet renang artistik Visky Sekar Floreta Pribadi menunjukan tiga medali emas yang ia peroleh. (Dok UI)

"Hasil yang baik ini didapat karena persiapan yang dilakukan tim DKI sangat matang, dan telah melalui proses yang panjang," kata Visky dalam keterangannya, Minggu (10/10/2021)

SuaraBogor.id - Visky Sekar Floreta Pribadi yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UI atau Universitas Indonesia berhasil meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua. Diketahui, Visky merupakan atlet Cabang Olahraga (Cabor) PON 2021 Renang Artistik dalam nomor beregu.

"Hasil yang baik ini didapat karena persiapan yang dilakukan tim DKI sangat matang, dan telah melalui proses yang panjang," kata Visky dalam keterangannya, Minggu (10/10/2021).

Visky mengungkapkan, sebelum pertandingan di Jayapura, ia telah melakukan latihan dan beberapa try out seperti perlombaan Jakarta Aquatic Invitation, Hongkong Open, Singapore Artistic Swimming Championship, dan Indonesia Open sepanjang tahun 2019. Itupun masih ditambah dengan training camp selama dua setengah bulan sebelum pertandingan.

Sebagai seorang atlet, tahapan persiapan yang panjang seperti itu sebenarnya sudah biasa, namun yang menjadi tidak biasa justru adalah status Visky sebagai mahasiswa baru angkatan 2020 di UI.

Baca Juga: Atlet Anggar Kaltim Ima Safitri Butuh Tiga Kali PON untuk Raih Emas

Kata Visky, sebagai mahasiswa baru banyak adaptasi yang harus dilakukan terkait kegiatan perkuliahan, termasuk membagi waktu antara latihan renang dan kuliah.

"Untuk latihan biasa saja, kami bisa melakukan latihan sampai 7-8 kali dalam seminggu di Gelora Bung Karno Aquatic Stadium, terlebih lagi kalau sudah mendekati jadwal lomba, itu bisa sampai larut malam. Sebagai atlet, kami juga membutuhkan waktu recovery yang cukup dan tidur yang lebih lama dari orang pada biasanya," jelasnya.

Dengan jadwal latihan yang sangat padat tersebut, Visky mengakui bahwa pandemi merupakan sebuah kondisi yang menguntungkan baginya, karena dengan adanya mekanisme pembelajaran daring, ia lebih bisa membagi waktunya antara tugasnya sebagai mahasiswa dan profesinya sebagai atlet. Walaupun begitu, pandemi juga membawa kesulitan tersendiri.

Menurutnya, renang artistik merupakan cabang olahraga yang mengutamakan kontak fisik dan kerja sama tim dalam membentuk gerakan, sehingga dengan adanya pandemi unsur kerja sama tim menjadi sulit untuk terbentuk.

Latihan yang hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Zoom menjadi salah satu hambatan terbesar. Setelah kolam renang dibuka pun, tidak semua atlet diizinkan masuk, karena terjadi pembatasan jumlah atlet yang diperbolehkan memasuki area kolam renang.

Baca Juga: PON XX Papua: Chelsie Monica Sumbang 2 Medali Emas untuk Kaltim

Dengan segala kendala tersebut, ia mengatakan bahwa prinsip dasar yang ia pegang dalam melalui berbagai tantangan tersebut adalah keikhlasan. Ia berpegang pada prinsip bahwa sesuatu jika dijalani dengan dedikasi dan konsistensi, maka segala tantangan akan terlewati.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait