Ratusan Buruh Demo di Kantor Wali Kota Depok, Mereka Sampaikan 5 Poin Tuntutan

Unjuk rasa di mulai dengan long march dari Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas sampai ke depan Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda Raya.

Andi Ahmad S
Rabu, 10 November 2021 | 20:59 WIB
Ratusan Buruh Demo di Kantor Wali Kota Depok, Mereka Sampaikan 5 Poin Tuntutan
Polisi mengawal aksi unjuk rasa yang digelar FSPMI Kota Depok di depan Balaikota Depok, Rabu (10/11/2021). [Suarabogor.id/Immawan]

SuaraBogor.id - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok menggelar unjuk rasa di Depok, Rabu (10/11/2021).

Unjuk rasa di mulai dengan long march dari Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas sampai ke depan Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda Raya.

Ketua FSPMI Kota Depok, Wido Pratikno menyebut, massa yang berkumpul mencapai ratusan orang.

"Hari ini kita aksi menyampaikan konsep teman-teman dari 9 federasi," ungkap Wido pada wartawan.

Baca Juga:2 Pencuri Toko Pakaian Bekas di Bojongsari Depok Tertangkap Basah

Dalam aksinya, FSPMI Depok menyampaikan 5 poin tuntutan. Pertama, mereka menuntut pemerintah mencabut UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipa Kerja.

Alasannya, UU Cipta Kerja dinilai lahir secara prematur karena tidak memiliki naskah akademik.

"Kami sedang menggugat UU Cipta Kerja ke MK. Harusnya para pengadil di MK juga melihat kondisi kami yang darurat karena UU Cipta Kerja," tegas Wido.

Tuntutan kedua FSPMI terkait dengan upah. Mereka menuntut kenaikan upah 10 persen.

"Boleh dicek hari ini, bagaimana kenaikan sembako yang luar biasa. Dari harga minyak, telor dan sembako lainnya sudah naik lebih dari 10 persen," seru Wido.

Baca Juga:Demo di Balai Kota, Ini Empat Tuntutan Buruh

Selain menuntut kenaikan upah sebesar 10 persen, FSPMI juga menuntut diberlakukannya Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak