facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Jurnalis di Bogor Luncurkan Buku 'di Balik Tajamnya Pena', Ini Kata Bima Arya dan Iwan Setiawan

Andi Ahmad S Kamis, 07 Juli 2022 | 23:45 WIB

Puluhan Jurnalis di Bogor Luncurkan Buku 'di Balik Tajamnya Pena', Ini Kata Bima Arya dan Iwan Setiawan
Buku di Balik Tajamnya Pena [Ist]

Tercatat pada buku tersebut ada kisah perjalanan 20 jurnalis

SuaraBogor.id - Puluhan jurnalis di Bogor yang tergabung dari berbagai media massa meluncurkan buku antologi kisah berjudul “Di Balik Tajamnya Pena”.

Tercatat pada buku tersebut ada kisah perjalanan 20 jurnalis dan diterbitkan SIP Publishing tersebut mengajak para pembacanya mengetahui bagaimana kerja jurnalistik di lintas generasi.

Sebagian besar penulis buku yang digagas oleh Eka Rahmawati itu merupakan jurnalis yang masih berkiprah di media massa baik cetak lokal dan nasional, online, maupun televisi. Meski di antara para penulis kini sudah beralih profesi.

Dalam buku tersebut para penulis menyampaikan kisah atau pengalaman saat meliput peristiwa yang tak hanya sekadar peristiwa. Di balik peristiwa tersebut terdapat pesan yang kemudian memberi manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga: Jadi Pusat Perhatian Publik, ABG Asal Citayam Yang Sering Nongkrong di Sudirman Bakal Dibubarkan Polisi

Salah satu penulis yang tak lain jurnalis senior dan masih berkiprah di media massa, Deffan D Purnama mengatakan buku “Di Balik Tajamnya Pena” mengajak pembaca mengikuti jejak jurnalis saat mencari berita, tantangan mencari narasumber, mencari sudut pandang tulisan, sampai harus berdebat di kantor dengan redaktur, mengusulkan berita dalam rapat redaksi, begitu terbit harus melanjutkan beritanya.

“Alhamdulillah buku Di Balik Tajamnya Pena yang ditulis oleh 20 jurnalis telah terbit, saya baca ternyata isi ceritanya sangat menarik, terutama dari sisi humanis,” ujar pria yang sudah menjadi jurnalis sejak 1998 di Bogor.

Menurut Deffan, membuat berita tentunya harus mencari sudut pandang lain yang berbeda dengan berita sebelumnya dan ini jelas tantangannya.

“Cerita human interest merupakan salah satu alur cerita yang menarik yang ditulis seorang jurnalis. Semua diceritakan di buku ini,” imbuh pria yang juga menjadi pengusaha minuman jeruk nipis peras (Jeniper) di Kabupaten Kuningan itu.

Penulis lainnya, Ira Nihrawati AS yang kini masih berkarier di media cetak mengungkapkan membaca buku Di Balik Tajamnya Pena, seolah membaca sebuah kumpulan cerpen.

Baca Juga: Isi Acara Penggalangan Dana Untuk Korban Bencana di Bogor, Komedian Jarwo Kwat: Kita Langsung Salurkan Donasinya

“Sesungguhnya mengulas suatu berita, tapi karena yang diceritakan adalah peristiwa di belakang layar yang tidak terungkap, menjadikan buku ini layaknya sebuah kumpulan cerpen, kisah nyata,” ujar Ira.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait