Wali Kota Depok Mohammad Idris Minta Santri Jangan Jadi Alat Politik, Tapi...

Idris mengatakan bahwa politik itu banyak dan luas.

Andi Ahmad S
Senin, 24 Oktober 2022 | 20:35 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris Minta Santri Jangan Jadi Alat Politik, Tapi...
Ilustrasi santri.(Pexels.com)

SuaraBogor.id - Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta kepada para santri agar tidak menjadi alat politik. Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Depok saat memperingati Hari Santri Nasional.

Mohammad Idris menginginkan para santri untuk menjadi aktor dalam berpolitik di Tanah Air, khususnya di Depok.

"Jangan mau jadi alat politik, ya, adik-adik anakku sekalian, tetapi harus berperang dalam politik," katanya, mengutip dari Antara.

Idris mengatakan bahwa politik itu banyak dan luas. Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mempunyai program, seperti sejumlah program kesejahteraan rakyat.

Baca Juga:Biadab! Badut Lecehkan 2 Siswi SMP di Depok, Korban Dicekoki Miras dan Pil Gila, Ini Tampang Pelaku

Ia menyebutkan program-program kesejahteraan rakyat, di antaranya D’SabR. Dalam program ini, aparatur sipil negara (ASN) menyisihkan sedikit rezekinya untuk bersedekah.

Pemkot Depok punya program D’Sunting Menara yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok yang dikaitkan dengan Kota Layak Anak.

Wali Kota berharap santri bisa dan harus berperang dalam hal ini karena pondok pesantren menjadi tempat menempa pendidikan bagi para calon pemimpin bangsa dan negara.

"Jadi, ini sebuah amanat yang memang harus dilakukan sehingga suatu saat muncul santri-santri kita yang menjadi para pemimpin pemimpin bangsa dan negara," ungkap Idris yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur.

Ia melanjutkan, "Maka, saya katakan tadi santri harus menjadi aktor dalam berpolitik bukan sebagai alat politik."

Baca Juga:Ingatkan Soal Kesepakatan Nasional Jelang Tahun Politik, Ma'ruf Amin: Tak Perlu Bermusuhan Ketika Beda Pilihan

Lebih lanjut Idris mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober seharusnya santri juga menjadi aktor atau pelaku utama dalam membela bangsa dan negara.

Pada tanggal 22 Oktober, kata dia, Presiden Joko Widodo menetapkan sebagai Hari Santri Nasional demi mengajak seluruh komponen agar dapat membela bangsa dan negara.

"Bagaimana peran mereka untuk membela negara dan bangsa terhadap bentuk penjajahan?" kata Idris.

Maka dari itu, Idris berpesan kepada seluruh pondok pesantren agar bisa menjadi tempat menempa para santri untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan negara sehingga ke depan bisa memberikan kontribusi mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini