Dinas Kesehatan Bogor: 1.428 Orang Terserang DBD, 8 Anak Meninggal Dunia

Bahkan, ada 8 anak di Bogor meninggal dunia akibat DBD. Tentunya, untuk jumlah korban DBD pada tahun ini mengalami peningkatan.

Andi Ahmad S
Senin, 12 Desember 2022 | 17:40 WIB
Dinas Kesehatan Bogor: 1.428 Orang Terserang DBD, 8 Anak Meninggal Dunia
Ilustrasi dbd. (Pixabay/wikiImages)

SuaraBogor.id - Sebanyak 1428 orang terserang DBD sejak Januari hingga November. Informasi itu berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Bahkan, ada 8 anak di Bogor meninggal dunia akibat DBD. Tentunya, untuk jumlah korban DBD pada tahun ini mengalami peningkatan.

“Meski begitu, dari jumlah warga terjangkit DBD ini sudah ada beberapa yang berangsur membaik dan sembuh,” kata Sekretaris Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena, mengutip dari Bogordaily -jaringan Suara.com, Senin (12/12/2022).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor diantaranya pada Januari terdapat 129 kasus, Februari 75 kasus, Maret 155 kasus, April 151 kasus.

Baca Juga:Peringati Hari Kesehatan Nasional, Siloam Hospital Adakan Seminar Advances Clinical In Cardiology

Lalu, Mei 116 kasus, Juni 135 kasus, Juli 135 kasus, Agustus 115 kasus, September 136 kasus, Oktober 132 kasus serta November 149 kasus.

Pada setiap bulannya terjadi kematian penderita DBD. Peristiwa naas itu terjadi pada periode Mei 1 orang, Juni 1 orang, Juli 1 orang, Agustus 1 orang sedangkan pada September terjadi lonjakan ketian yang mencapai 2 orang, lalu Oktober dan November beturut tuturut setiap bulannya satu orang tewas akibat DBD.

Menurutnya, penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan dan ancaman serius, di sejumlah wilayah di Indonesia khususnya di musim penghujan. Sampai bulan November penyebaran kasus DBD terbanyak di wilayah Kota Bogor pada tahun 2022

Tercatat di Kelurahan Katulampa di temukan sebanyak 92 kasus DBD, Kelurahan Cikaret 60 kasus DBD dan di Kelurahan Mulyaharja juga Kelurahan Baranangsiang di temukan sebanyak 50 kasus DBD.

“Rata-rata usia yang terjangkit demam berdarah di wilayah Kota Bogor yaitu rentang usia 5-14 tahun,” ujar Erna.

Baca Juga:Nikita Mirzani Kecewa Dito Mahendra Absen di Persidangan: Dia Bingung Kali Mau Datang ke Ruang Sidang atau KPK

Erna menjelaskan, bahwa salah satu penyebab penyebaran kasus DBD masih tinggi di wilayah Kota Bogor, yaitu karena masih kurangnya kepedulian masyarakat untuk melakukan upaya preventif penularan penyakit DBD di wilayah Kota Bogor.

“Angka bebas jentik nyamuk di wilayah Kota Bogor pada bulan November masih di 94,11 persen,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Kota Bogor yang di bantu oleh Puskesmas di wilayah Kota Bogor, kata Erna, melakukan penanganan untuk penurunan angka DBD yaitu dengan meningkatkan peran serta masyarakat.

Untuk itu, dalam upaya pengendalian vektor nyamuk Aedes Aegypti sesuai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), dengan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Secara mandiri satu minggu sekali mengaktifkan gerakan satu rumah satu jumantik, di lingkungan rumah tempat tinggal dengan cara mengajak keluarga untuk melakukan 3M plus di rumah masing-masing.

“Berkoordinasi untuk membentuk jumantik lingkungan, koordinator jumantik dan supervisor jumantik meningkatkan upaya 3M plus Menguras, Menutup, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak