Diketahui, berdasarkan penilaian tim lapangan Balai TNGHS, area SEGS yang telah dipilih untuk area kegiatan pelepasliaran elang brontok sangat mendukung hidup satwa yang dilepasliarkan.
Kondisi habitatnya berupa hutan alam yang berbatasan dengan kebun teh yang merupakan habibat yang disukai oleh Elang Brontok. Keberadaan pakan sangat melimpah di lokasi pelepasliaran.
Sedangkan secara aksesibilitas lokasi yang dipilih untuk pelepasliaran sangat mudah dijangkau dan dekat dengan jalan raya yang menuju pintu gerbang SEGS.
“Kami berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan Balai TNGHS maupun stakeholder lainnya dalam kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati dengan cara melakukan pelepasliaran satwa hasil rehabilitasi ke habitat alaminya. Tidak hanya Elang Brontok, 23 Mei lalu, kami juga bekerjasama dengan TNGHS telah melepasliarkan Macan Tutul di kawasan SEGS. Kami berharap seluruh upaya kami ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian alam dan keanekaragaman hayati di area TNGHS,” tutup Zerry.
Baca Juga:Dear Wisatawan, Ada Agrowisata Kaki Gunung Salak di Pamijahan, Dijamin Bikin Hati Tenang