Asmawa Tosepu 'Sindir' Kades Yang Bertemu Bakal Calon Bupati Bogor: Mari Sama-sama Netral

Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengingatkan agar para kades untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku.

Andi Ahmad S
Rabu, 03 Juli 2024 | 17:12 WIB
Asmawa Tosepu 'Sindir' Kades Yang Bertemu Bakal Calon Bupati Bogor: Mari Sama-sama Netral
Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu [Egi/Suara.com]

SuaraBogor.id - Kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor mulai memanas. Sejumlah calon mulai melakukan safari politik kepada orang-orang penting, salah satunya kepala desa.

Teranyar, Bakal Calon Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade baru-baru ini melakukan pertemuannya dengan sejumlah kepala desa di salah satu rumah makan wilayah Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan dengan kades itu ia unggah dalam akun Instagram miliknya pribadi @jaro_ade. Postingan pertemuan itu diunggah pada Selasa 2 Juli 2024.

Dalam postingan tersebut, Jaro Ade yang merupakan kader Golkar itu, mengaku bahwa para kades itu membayarkan makan dirinya di restoran tersebut.

Baca Juga:Pilkada Cianjur Masuk Kategori Rawan Tinggi, Bawaslu RI Beri Catatan Khusus

"Siang yang berkah nih, tiba-tiba saya melintas ada bu lurah dan pak lurah, saya ditraktir makan, habis dari Pemda ada kegiatan. Makasih pak lurah ya sehat selalu," kata Jaro Ade dalam postingannya.

Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengingatkan agar para kades untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku.

Para kades, kata dia, diminta untuk menjaga kondusifitas dan netralitas jelang pemilihan kepala daerah di Bumi Tegar Beriman.

"Mari sama-sama netral mari kawal Pilkada ini sebagai momentum untuk menghasilkan pemimpin kabupaten Bogor yang betul berpihak kepada masyarakat yang memikirkan pembangunan daerah," kata dia, Rabu (3/7/2024).

Kendati demikian, Asmawa Tosepu tidak bisa berbuat banyak kepada para RT dan RW yang juga telah melakukan deklarasi kepada Jaro Ade.

Baca Juga:Survei Sementara Pilkada Depok: Imam Budi Hartono Teratas Dibuntuti Elly Farida dan Pradi Supriatna

Sebab, kata dia, RT maupun RW tidak diatur netralitasnya seperti kepada desa, ASN, hingga aparat penegak hukum lainnya.

"Jadi kalau kepala desa dan perangkat (desa)memang tidak boleh (berpihak di Publik), tapi kalo RT/RW memang aturannya tidak diatur jadi sah sah aja," tutup dia.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak