Kronologi Mencekam Kematian Alvaro: Diculik di Masjid, Dibekap, hingga Jasad Disembunyikan

Polda Metro Jaya secara resmi merilis kronologi lengkap kematian bocah malang tersebut yang ternyata didalangi oleh orang terdekatnya sendiri, yakni ayah tirinya, Alex

Andi Ahmad S
Selasa, 25 November 2025 | 15:59 WIB
Kronologi Mencekam Kematian Alvaro: Diculik di Masjid, Dibekap, hingga Jasad Disembunyikan
Situasi di rumah duka anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/aa.
Baca 10 detik
  • Alvaro Kiano Nugroho (6) tewas dibekap ayah tirinya, Alex Iskandar (AI), karena korban menangis. Jenazah lalu dibungkus plastik dan dibuang. 

  • Tersangka AI sempat menyimpan jenazah korban selama tiga hari di garasi mobil rumahnya di Tangerang, sebelum dibuang ke wilayah Tenjo, Bogor. 

  • Polisi menemukan kerangka AKN di Tenjo, Bogor, berdasarkan keterangan saksi kunci inisial G yang diajak tersangka membuang bungkusan berisi "bangkai hewan".

SuaraBogor.id - Teka-teki hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN sejak Maret 2025 akhirnya terjawab dengan fakta yang sangat memilukan.

Polda Metro Jaya secara resmi merilis kronologi lengkap kematian bocah malang tersebut yang ternyata didalangi oleh orang terdekatnya sendiri, yakni ayah tirinya, Alex Iskandar (AI).

Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama para orang tua muda, karena modus operandi pelaku yang tergolong sadis dan manipulatif.

Dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025), polisi membeberkan detik-detik bagaimana nyawa Alvaro melayang hanya karena emosi sesaat dan kecemburuan pelaku terhadap ibu korban.

Baca Juga:Sebelum Dibuang di Bogor, Ayah Tiri 3 Hari Simpan Jasad Alvaro di Garasi Mobil

Tragedi ini bermula pada Kamis, 6 Maret 2025. Alex Iskandar membawa Alvaro dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan.

Alih-alih mengajak pulang dengan aman, situasi berubah menjadi petaka ketika korban mulai menangis dan rewel. Ketidaksabaran pelaku menghadapi tangisan anak kecil berujung pada tindakan fatal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan momen kritis tersebut.

"Saat membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," ungkapnya.

Tindakan membekap tersebut membuat Alvaro kehabisan napas dan meninggal dunia di tangan ayah tirinya sendiri.

Baca Juga:Bupati Bogor Minta Masyarakat Beri Kesempatan Guru Mendidik dengan Cara Terbaik

Fakta paling mengejutkan dari kasus ini adalah ketenangan pelaku pasca-kejadian. Setelah memastikan korban tak bernyawa, Alex tidak langsung membuang jenazahnya.

Ia justru membawa jasad Alvaro kembali ke rumah mereka di Tangerang dan menyembunyikannya di tempat yang tak terduga: garasi rumah.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengungkapkan detail mengerikan ini. Selama keluarga panik mencari Alvaro, tubuh kaku bocah itu sebenarnya ada sangat dekat dengan mereka.

"Ada informasi katanya jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh tersangka ini. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo, Bogor," kata Ardian.

Pelaku menggunakan taktik licik untuk menutupi keberadaan jasad tersebut agar tidak terlihat oleh orang lain yang lalu lalang.

"Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari di situ," tambahnya.

Pada hari Senin, 9 Maret 2025, atau tiga hari setelah pembunuhan, Alex memutuskan untuk membuang jenazah korban. Ia membungkus tubuh mungil Alvaro dengan tas plastik hitam. Dalam proses ini, Alex melibatkan seorang saksi kunci berinisial G, teman dekatnya, dengan sebuah kebohongan besar.

"Ada satu saksi inisial G yang mana saksi kunci itu yang diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu. Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai hewan," jelas Ardian.

Tanpa curiga, G membantu Alex. Jenazah tersebut kemudian dibuang di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.

"Tepatnya di jembatan Cilalay, pada tanggal 9 Maret 2025 pada malam hari, atau tiga hari setelah diketahui AKN hilang," tambah Kombes Pol Budi Hermanto.

Pengungkapan kasus ini menemui titik terang setelah polisi melakukan rekonstruksi ulang bersama saksi G. Saksi menunjukkan lokasi pembuangan bungkusan plastik tersebut. Berkat bantuan anjing pelacak (K-9), sisa-sisa tubuh korban akhirnya ditemukan setelah berbulan-bulan hilang.

"Selanjutnya setelah dibantu dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda Metro Jaya, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN," pungkas Ardian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak