Skenario Licik Ayah Tiri Tutupi Jasad Alvaro, Titik Terang Datang dari Obrolan Anak Sekolah

Ternyata, sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, Alex telah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif, termasuk proses prarekonstruksi.

Andi Ahmad S
Minggu, 30 November 2025 | 09:32 WIB
Skenario Licik Ayah Tiri Tutupi Jasad Alvaro, Titik Terang Datang dari Obrolan Anak Sekolah
Prarekonstruksi kasus pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) mengungkap rangkaian aksi keji yang dilakukan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49). [Ist]
Baca 10 detik
  • Kasus pembunuhan Alvaro (6) oleh ayah tiri, Alex, tidak terhenti meski pelaku meninggal. Polisi memiliki bukti kuat dari rekaman prarekonstruksi. 

  • Prarekonstruksi mengungkap detail Alex membunuh Alvaro karena rewel minta pulang dan janji mainan. Korban dibekap, dicekik, dan ditindih hingga tewas. 

  • Alex berusaha menghilangkan jejak dengan membungkus dan menyembunyikan jasad Alvaro selama tiga hari, lalu membuangnya di Bogor dengan alibi bangkai anjing. 

SuaraBogor.id - Kematian mendadak tersangka Alex Iskandar (49) di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan sempat memicu kekhawatiran publik bahwa kasus pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) akan menjadi gelap.

Namun, Polres Metro Jakarta Selatan memastikan bahwa proses hukum dan pembuktian fakta tidak akan terputus.

Ternyata, sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, Alex telah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif, termasuk proses prarekonstruksi.

Dalam momen tersebut, polisi berhasil mendokumentasikan pengakuan visual yang sangat krusial. Rekaman video ini menjadi bukti otentik bagaimana ayah tiri tersebut menghabisi nyawa Alvaro dengan tangan dingin.

Baca Juga:Kaka-Beradik di Cibinong Hilang Bukan Kabur, Diduga Lari dari Trauma Pelecehan Ayah Tiri

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menegaskan bahwa seluruh adegan telah terekam sebagai bahan penyidikan.

"Sebelum ditingkatkan ke penyidikan, tersangka sudah lakukan prarekonstruksi, bagaimana dia melakukan pembunuhan pada saat itu di rumahnya di Tangerang," kata Kombes Nicolas dilansir dari Antara.

Dalam video prarekonstruksi tersebut, terungkap detail mengerikan yang hanya berlangsung singkat namun fatal. Tragedi bermula dari hal sepele yang seharusnya bisa ditangani dengan kesabaran orang tua.

Alvaro yang masih berusia 6 tahun menangis rewel karena janji mainan tak kunjung dipenuhi dan merengek minta pulang.

Respons Alex terhadap tangisan anak tirinya justru sangat brutal.

Baca Juga:Kasus Alvaro Belum Usai: Polisi Buru Kemungkinan Pelaku Lain dan Menanti Hasil DNA Rahang

"Karena AKN (Alvaro Kiano Nugroho) ini rewel dan nangis ingin pulang, dan mainan yang dijanjikan itu tidak kunjung ada, belum dibeli. Dari situ, AKN dibekap dengan handuk yang tergantung dan juga dicekik serta ditindih," ucap Nicolas memaparkan kronologi.

Dalam waktu kurang lebih tiga menit, tubuh mungil Alvaro berhenti bergerak. Kepanikan pun melanda Alex di rumahnya di Tangerang.
Namun, bukannya menyesal atau mencari pertolongan, otak kriminalnya langsung bekerja untuk menutupi jejak.

Prarekonstruksi juga mengungkap upaya sistematis Alex dalam menyembunyikan jasad. Ia keluar rumah mencari kantong plastik sampah hitam besar, lalu kembali untuk membungkus tubuh korban.

"Akhirnya, dia putuskan untuk keluar, untuk mencari kantong plastik sampah hitam yang besar itu, kembali ke rumah, dan diikat supaya bisa dimasukkan dengan baik di dalam kantong plastik hitam itu," jelas Nicolas.

Jasad tersebut tidak langsung dibuang. Alex menyembunyikannya di garasi rumah, tertutup mobil, selama tiga hari. Ketika bau mulai menyengat, ia memindahkannya ke bawah Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor, dengan bantuan orang suruhan. Alibinya sungguh licik, ia mengatakan isi plastik itu adalah bangkai anjing.

Terungkapnya kasus ini juga merupakan buah dari kesabaran penyidik dan sebuah kebetulan yang tak terduga. Selama delapan bulan sejak Alvaro hilang pada 6 Maret 2025, polisi telah menyisir hingga ke Batam, Bandung, Sukabumi, Cianjur, bahkan memeriksa ayah kandung korban di LP Cipinang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak