Andi Ahmad S
Rabu, 06 Mei 2026 | 22:58 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi [Kiri] dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin [Kanan] [SuaraBogor]
Baca 10 detik
  • Warga Kayumanis, Bogor menolak rencana pembangunan fasilitas PSEL karena khawatir terhadap pencemaran lingkungan serta minimnya sosialisasi dari pemerintah.
  • DPRD Kota Bogor mendesak pemerintah agar segera melakukan sosialisasi menyeluruh guna menjelaskan teknologi PSEL kepada masyarakat terdampak proyek.
  • Pemkot Bogor berencana mengajak perwakilan warga melakukan studi banding ke China untuk membuktikan keamanan teknologi pengolahan sampah tersebut.

SuaraBogor.id - Gejolak rencana Pemerintah Kota Bogor untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, semakin hari terus memicu penolakan dari sejumlah warga.

Penolakan keras datang dari masyarakat setempat, terutama emak-emak. Mereka menyuarakan kekhawatiran mendalam akan dampak buruk terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Menanggapi hal ini, baik DPRD Kota Bogor maupun Pemkot Bogor telah merespons, dengan Pemkot bahkan menawarkan solusi unik, yakni mengajak warga untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China.

Warga Kayumanis secara tegas menyatakan penolakan. Salah satu ibu rumah tangga di lokasi, Selasa (5/5/2026) kemarin.

"Kalau memang ini untuk kepentingan umum, harusnya ada penjelasan dulu ke warga. Jangan tiba-tiba mau dibangun di sini,” ujar emak-emak.

Mereka mengaku minim mendapatkan sosialisasi yang memadai terkait proyek PSEL.

Kekhawatiran utama warga meliputi dampak kesehatan dan lingkungan yakni potensi bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, dan risiko kesehatan jangka panjang.

Kemudian mereka juga berpendapat bahwa kawasan Kayumanis yang padat penduduk dinilai tidak ideal untuk fasilitas pengolahan sampah berskala besar.

Tokoh pemuda Munjul, Aden, bahkan menyebut warga sempat mengira lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan Wisma Atlet, dan baru mengetahui rencana PSEL dari pemberitaan media.

Baca Juga: Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL

"Seolah-olah kami dikelabui. Tiba-tiba muncul rencana pengolahan sampah di wilayah kami,” tambahnya.

DPRD Kota Bogor Desak Sosialisasi Lebih Gencar & Menyeluruh

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, turut menyuarakan dukungan terhadap aspirasi warga. Ia menegaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis harus dilakukan lebih gencar dan menyeluruh, meskipun MoU pusat antara Kota Depok dan Kota Bogor sudah selesai.

"Memang MoU dari pusatnya sudah selesai dari Kota Depok dan Kota Bogor, cuma kita mengingatkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis yang akan digunakan untuk PSEL itu diundang ke Balai Kota, mereka sosialisasi pertama diundang juga dewan-dewan dapil Tanah Sareal, lagi-lagi kita mengingatkan kepada eksekutif atau pemerintah dalam hal ini untuk tadi melaksanaan sosialisasi ke warga benar-benar menerima manfaatnya dari warga," ujar Ahmad Aswandi.

Sejumlah Ibu-ibu di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal Menolak Pembangunan fasilitas pengolahan sampah [SuaraBogor/Warga]

Aswandi juga memahami kekhawatiran warga terhadap stigma bau sampah. Ia menekankan bahwa PSEL adalah teknologi modern yang jauh berbeda dari TPA konvensional, yang mengolah sampah menjadi energi listrik melalui proses higienis dan terkontrol.

"Hari ini kan kita pakai teknologi dan itu itu harus disosialisasikan," tegas Aswandi.

Load More