alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dear Pemudik, Ada Ratusan Pos Pantau Didirikan di Setiap Jalan Tikus Bogor

Andi Ahmad S Rabu, 05 Mei 2021 | 16:56 WIB

Dear Pemudik, Ada Ratusan Pos Pantau Didirikan di Setiap Jalan Tikus Bogor
Ilustrasi penyekatan pemudik [Suara.com/Abdul Rohman]

Polres Bogor akan mendirikan sejumlah pos pengawasan. T

SuaraBogor.id - Jelang lebaran atau mudik lebaran pada Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021), Polres Bogor akan mendirikan sejumlah pos pengawasan. Tercatat ada 12 pos pengamanan dan 197 pos pantau akan berdiri di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Kabag Ops Kompol Fitra Zuanda mengatakan, pendirian 12 pos pengamanan dan 197 pos pantau tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi masyarakat yang nekat melakukan mudik lebaran.

"12 pos pengamanan dan 197 pos pantau ini bertujuan untuk menghalau masyarakat yang hendak mudik melalui jalur tikus. Jadi baik jalur utama dan jalur tikus akan kami awasi selama operasi ketupat ini," katanya, Rabu (5/5/2021).

Tak cukup sampai di situ, Fitra menuturkan, guna mengantisipasi masyarakat pihaknya juga akan melakukan pemantauan selama 24 jam. Mengingat kemungkinan pemudik melakukan perjalanan di malam hari.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Bogor dan Sekitarnya Rabu 5 Mei 2021

"Baik roda dua maupun roda empat semua akan kami awasi selama 24 jam nonstop. Pelaksanaan operasi ini baru akan diberlakukan pada malam dini hari nanti," ucapnya.

Sementara, Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, penyekatan jalan tersebut merupakan tindak lanjut dari pihaknya, usai munculnya kebijakan dari pemerintah pusat yang melarang mudik lebaran.

Rencananya penyekatan jalan akan dimulai pada 6 hingga 17 Mei 2021 nanti, bertepatan dengan diberlakukan kebijakan larangan mudik pada Lebaran 2021.

Titik penyekatan tersebut bakal didirikan di sejumlah ruas jalan yang memang berbatasan langsung dengan daerah lainnya. Seperti perbatasan wilayah Bogor dengan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok, Bekasi, Jakarta, dan Tangerang.

"Seperti di kawasan Cibinong, Cileungsi, Puncak, Cigombong, Parung, Cigombong, dan Jasinga. Kalau memang poskonya kurang bisa kita tambah, lihat kebutuhan saja," tutup AKBP Harun.

Baca Juga: Jadi Saksi Ahli, Epidemiolog Ini Diprotes Kubu Habib Rizieq Dalam Sidang

Kontributor : Regi Pranata Bangun

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait