Gereja di Sulawesi Barat Dibakar, Netizien Sindir Komnas HAM Selalu Terdiam

Beruntung, aksi pengrusakan dan gereja dibakar itu berhasil dipadamkan dan hanya membakar sebagian fasilitas di dalam gereja saja.

Andi Ahmad S
Rabu, 30 Juni 2021 | 08:50 WIB
Gereja di Sulawesi Barat Dibakar, Netizien Sindir Komnas HAM Selalu Terdiam
Ilustrasi gereja. (shutterstock)

SuaraBogor.id - Heboh Gereja di Sulawesi Barat dibakar. Peristiwa gereja dibakar itu terjadi di Dusun Paladan, Desa Batang Uru Timur, Kecamatan Sumarorong.

Beruntung, aksi pengrusakan dan gereja dibakar itu berhasil dipadamkan dan hanya membakar sebagian fasilitas di dalam gereja saja.

Disitat dari Terkini.id -jaringan Suara.com, lewat tayangan tvOne, diketahui sebelum membakar pelaku melakukan pengrusakan fasilitas Gereja, seperti kursi dan meja serta memecah jendela Gereja.

Setelah merusak fasilitas Gereja, pelaku langsung membakar Gereja Toraja Mamasa, Jemaat Batang Umur Timur tersebut.

Baca Juga:Foto Berdua Dengan Agnez Mo di Gereja, Adam Rosyadi Dikabarkan Pindah Agama?

Beruntung tak ada korban jiwa dalam pembakaran gereja tersebut, karena saat pelaku melakukan pembakaran gereja dalam keadaan kosong tak ada jamaat yang tengah melakukan aktivitas kebaktian.

Dari hasil penyelidikan sementara Tim identifikasi dari Polres Mamasa bersama unit Reserse dan Kriminal Polsek Sumarorong, pelaku melakukan aksi pembakaran pada malam hari atau dini hari sehingga tidak ada warga yang melihat.

Bahkan, Warga baru mengetahui gereja tersebut terbakar pada pagi harinya saat hendak melakukan ibadah.

Saat petugas menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), nampak beberapa bagian Gereja, seperti ruang Konsitori dan sejumlah alat musik serta dokumen milik Gereja hangus terbakar.

Saat ini Kepolisian telah mengantongi identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. Aparat juga meminta agar warga tidak terprovokasi atas insiden pembakaran Gereja ini.

Baca Juga:Terancam Dipecat, Seorang Pendeta di Yunani Siram Air Keras, 7 Orang Luka-luka

Di media sosial, sejumlah netizen menanggapi aksi pembakaran gereja itu sebagai hal yang sudah dianggap biasa. Hal itu lantaran aksi perusakan gereja bahkan pengeboman gereja sudah pernah terjadi sebelumnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini