Datangi Anak yang Jadi Korban Penyiksaan Anak Tiri di Bojonggede, KPAD Bogor Ungkap Fakta Miris

Iya, terlihat sekali ada tanda-tanda kekerasan pada fisik (anak tersebut), luka di tangan yang jadi perhatian saya seperti luka melepuh agak besar,"

Galih Prasetyo
Kamis, 31 Maret 2022 | 10:15 WIB
Datangi Anak yang Jadi Korban Penyiksaan Anak Tiri di Bojonggede, KPAD Bogor Ungkap Fakta Miris
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

SuaraBogor.id - Kasus kekerasan yang dilakukan seorang ayah di desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor viral di media sosial. Warga yang kesal terhadap ulah pelaku pun akhirnya menggerebeknya pada Senin (4/4/2022) kemarin malam.

Pasalnya sang ayah tega menganiaya anak tirinya yang masih berusia delapan tahun dengan cara memukuli, mengikat tangan dan kaki, menyundut rokok serta menyetrika bagian tubuh anak tirinya itu.

Tidak hanya itu istrinya juga mengaku kerap mendapatkan penyiksaan dari sang suami sejak 1 tahun pernikahan.

Masih menurut pengakuan istri pelaku, suaminya tersebut pernah dilaporkan ke pihak yang berwajib pada tahun 2019 yang lalu, tetapi berakhir damai dengan perjanjian. Namun setelah 4 bulan pasca damai, pelaku melakukan penganiayaan Kembali.

Baca Juga:Ayah Tiri Yang Siksa Anak di Bogor Pernah Berurusan Dengan Polisi

Kasus penganiayaan ini menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor. Pihak Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bogor, Andika Rachman lakukan kunjungan pengawasan dan asesmen ke rumah korban mengatakan.

Menurut pihak KPAD, saat ini korban dalam kondisi tekanan psikologis yang berat serta terlihat juga beberapa luka di bagian kaki, tangan, leher, wajah dan kepala.

“Iya, terlihat sekali ada tanda-tanda kekerasan pada fisik (anak tersebut), luka di tangan yang jadi perhatian saya seperti luka melepuh agak besar. Selain itu, secara psikis juga terlihat trauma yang cukup dalam terlihat dari raut wajah yang ketakutan,” kata Andika Rachman.

Andika juga menambahkan bahwa Asesmen juga dilakukan oleh pihak-pihak terkait perlindungan anak untuk mengetahui seberapa berat trauma yang dialami oleh korban.

“Hampir semua elemen pemerintah daerah terkait perlindungan anak hadir tadi, rekan-rekan juga menggali informasi serta memberikan support dan jaminan perlindungan terhadap korban dan keluarga,”jelasnya.

Baca Juga:Ayah Tiri Siksa Anak di Bogor, KPAD Bakal Kawal Kasus Sampai Tuntas

Secara prinsip, KPAD Kabupaten Bogor tidak mentolerir tindak kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa apalagi dilakukan oleh orang tuanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini