-
Warga Ciseeng, Bogor, panik setelah tiga remaja iseng mencari kerang menemukan benda mencurigakan mirip "granat nanas" di dasar sungai Sikabayan.
-
Penemuan benda diduga bahan peledak aktif tersebut segera dilaporkan oleh warga kepada Babinsa, lalu diteruskan ke Danramil dan Polsek Parung.
-
Aparat TNI dan Polsek Parung segera mensterilkan lokasi penemuan. Evakuasi benda tersebut kini dikoordinasikan dengan TIM Denpal Kota Bogor.
SuaraBogor.id - Minggu siang yang seharusnya tenang di Kampung Babakan, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, mendadak berubah menjadi kepanikan massal.
Bukan karena tawuran atau bencana alam, melainkan penemuan benda berbahaya yang diduga sisa peninggalan masa lalu atau bahan peledak aktif.
Pada Minggu, 30 November 2025, sekitar pukul 11.30 WIB, warga digegerkan oleh laporan tiga remaja setempat yang menemukan benda mencurigakan mirip "granat nanas".
Penemuan ini bermula dari aktivitas iseng yang berubah menegangkan yang dialami oleh Bima (13), Ramzy (13), dan Kiki (13).
Baca Juga:Penting Diingat Untuk Pejabat Daerah, Bima Arya Bicara Soal Layanan Publik
Ketiga remaja yang masih duduk di bangku sekolah ini awalnya hanya berniat mencari kerang (tutut) untuk mengisi waktu libur di Pintu Air Sikabayan.
Lokasi ini memang kerap menjadi tempat bermain anak-anak setempat. Namun, nasib berkata lain. Alat tangkap sederhana mereka justru mengenai sesuatu yang keras dan berat di dasar sungai.
Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, membenarkan insiden mengejutkan tersebut dan menjelaskan detail kejadian berdasarkan keterangan saksi.
"Saat itu, alat serok plastik yang mereka gunakan untuk menangkap kerang tersangkut benda keras di dasar sungai," kata Maman saat dikonfirmasi wartawan.
Rasa penasaran khas anak muda membuat mereka mengangkat benda tersebut ke permukaan. Betapa kagetnya mereka saat melihat benda berkarat dengan tekstur kotak-kotak khas yang sangat mirip dengan granat tangan jenis nanas.
Baca Juga:Kaka-Beradik di Cibinong Hilang Bukan Kabur, Diduga Lari dari Trauma Pelecehan Ayah Tiri
Saan yang menyadari potensi bahaya langsung menghubungi aparat pembina desa. Rantai komunikasi berjalan cepat demi keselamatan warga.
"Mendapat laporan tersebut, ketua RT langsung menghubungi Babinsa Serda Setiadi, yang kemudian meneruskan laporan kepada Danramil Parung," terangnya.
Tak butuh waktu lama, unsur TNI dan Polsek Parung segera tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi. Langkah pengamanan awal dilakukan dengan menutup area sekitar temuan agar tidak didekati oleh warga yang penasaran demi konten media sosial.
Mengingat benda tersebut diduga kuat adalah bahan peledak militer, penanganannya tidak bisa sembarangan. Polsek Parung segera berkoordinasi dengan satuan khusus.
"Kami langsung berkoordinasi dengan TIM Denpal Kota Bogor untuk proses evakuasi serta penanganan lebih lanjut terhadap benda tersebut," tuturnya.