- Warga Desa Ciomas, Kabupaten Bogor mulai kembali ke rumah setelah banjir akibat luapan sungai pada Senin, 20 April 2026.
- Bencana merendam 43 kepala keluarga serta menyebabkan kerusakan pada 42 unit rumah dan tiga jembatan desa setempat.
- Pemerintah Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan sosial dan tetap bersiaga di lapangan guna mengantisipasi potensi luapan air susulan.
SuaraBogor.id - Sejumlah warga yang terdampak banjir di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor mulai kembali ke rumahnya masing-masing, Senin (20/4/2026).
Dari total warga terdampak, kini hanya tersisa tiga orang lanjut usia yang masih berada di pengungsian dan terus mendapatkan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka tetap terjaga.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen yang merendam sejumlah wilayah permukiman, di antaranya Kampung Banar, Kampung Kompa, Kampung Bojong Sengkol, Kampung Lebak Kanibah, serta Kampung Bojong Garut. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 43 kepala keluarga terdampak dalam kejadian ini.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD telah melakukan pendataan dan inventarisasi dampak. Hasil sementara menunjukkan sebanyak 42 unit rumah terdampak, dengan rincian 39 rumah mengalami kerusakan ringan dan empat rumah mengalami kerusakan berat.
Baca Juga:Jalan Penghubung Cianjur-Bogor Putus Tertutup Longsor, 14 Jiwa di Batulawang Mengungsi
Selain itu, terdapat tiga jembatan desa yang terdampak, dengan dua mengalami kerusakan ringan dan satu mengalami kerusakan berat. Satu unit pos kamling juga dilaporkan hilang akibat derasnya arus banjir.
Upaya penanganan telah dilakukan secara cepat, mulai dari evakuasi warga dan penyelamatan barang berharga, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, hingga kerja bakti pembersihan lingkungan yang melibatkan masyarakat bersama perangkat desa dan Satpol PP.
Salah satu jembatan di Kampung Bojong Garut ditutup sementara karena kerusakan pada struktur penahan, dan saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya telah mulai disalurkan oleh Pemerintah Desa, Kecamatan, serta dukungan masyarakat.
Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi sembako, selimut, perlengkapan mandi, pakaian harian, serta kebutuhan khusus seperti pampers bayi dan lansia.
Baca Juga:Daftar 6 Desa di Cigudeg Bogor yang Dilanda Banjir, Dari Cintamanik Hingga Tegallega
Camat Tenjo, Yudhi Utomo, menyampaikan bahwa kondisi saat ini sudah berangsur normal dan masyarakat mulai kembali beraktivitas.
“Kami bersama seluruh unsur masih terus bersiaga di lapangan, khususnya mengantisipasi potensi luapan susulan dari Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen, serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.
Seiring dengan surutnya debit air sungai, kondisi di lokasi terdampak kini semakin membaik. Warga mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, sementara pos siaga bencana dan dapur umum telah disiapkan, khususnya di wilayah Kampung Banar, guna mendukung kebutuhan warga yang masih memerlukan bantuan.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, Kecamatan, Pemerintah Desa, TKSK, IPSM, tenaga kesehatan, Satpol PP, serta relawan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mengantisipasi potensi luapan lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus memantau perkembangan di lapangan serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat agar kondisi dapat segera kembali normal.