- Ribuan warga Bogor Barat berunjuk rasa di Cibinong pada 4 Mei 2026 menuntut pembukaan kembali tambang legal.
- Bupati Bogor Rudy Susmanto mendukung aksi tersebut untuk mengatasi krisis ekonomi puluhan ribu warga terdampak penutupan.
- Masyarakat mendesak Gubernur Jawa Barat segera menyelesaikan evaluasi agar aktivitas pertambangan resmi dapat beroperasi kembali secara normal.
SuaraBogor.id - Ribuan suara dari wilayah Bogor Barat menggema di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, pada Senin, 4 Mei 2026. Masyarakat dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang menggelar aksi unjuk rasa, didukung penuh oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang secara terbuka menyuarakan nasib mereka.
Tuntutan utama mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), untuk membuka kembali tambang legal demi mencegah ekonomi warga makin terpuruk.
Koordinator aksi, Dani Murdani, menyebut kondisi ekonomi warga terdampak penutupan tambang saat ini sangat sulit, bahkan sudah tujuh bulan merasakan dampaknya.
"Masyarakat kami sudah tujuh bulan merasakan dampak penutupan tambang. Kami datang menuntut keadilan dan berharap aktivitas tambang legal dapat kembali dibuka,” ujar Dani, dilansir dari Antara.
Baca Juga:Kali Sindang Barang Meluap, 30 Rumah di Ciomas Terendam Banjir
Berikut adalah 5 poin penting dari aksi ribuan warga Bogor Barat dan dukungan Bupati Rudy Susmanto:
1. Bupati Bogor Rudy Susmanto Turun Langsung Bela Warga
Ini adalah momen krusial di mana pemimpin daerah menunjukkan keberpihakannya. Bupati Bogor Rudy Susmanto tidak hanya menerima aksi, tetapi juga berorasi langsung di hadapan ribuan peserta.
“Kami meminta kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bantu masyarakat Bogor, buka kembali tambang yang berizin,” kata Rudy dalam orasinya.
2. Tuntutan Kunci: Buka Kembali Tambang Berizin!
Baca Juga:Bupati Rudy Susmanto Bela Warga, Minta Tambang Berizin di Wilayah Bogor Barat Segera Dibuka
Aspirasi utama yang disuarakan massa sangat jelas. Mereka menuntut agar aktivitas tambang legal dapat kembali dibuka. Ini bukan hanya soal membuka tambang secara asal, tetapi menekankan pada tambang yang sudah memiliki izin resmi.
"Yang kami tanyakan sederhana, kapan tambang legal dibuka kembali? Kami butuh aktivitas supaya masyarakat bisa bekerja lagi," kata Koordinator aksi, Asep Fadlan. Warga menilai, hingga kini belum ada kejelasan dari pemerintah terkait nasib tambang yang dihentikan Gubernur Jabar KDM sejak September 2025.

3. Puluhan Ribu Warga Bogor Barat Terdampak, Ekonomi Kritis
Dampak penutupan tambang selama hampir delapan bulan ini sangat masif. Puluhan ribu warga di tiga kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.
Menurut Dani Murdani, kondisi ekonomi warga terdampak sangat sulit, dan Asep Fadlan bahkan menyebutnya sudah masuk tahap darurat. "Data sementara yang ia dapat, sekitar 19 ribu kepala keluarga terdampak. Namun, jumlah riil diperkirakan bisa mencapai 40 hingga 50 ribu warga di wilayah Bogor Barat." Ini adalah krisis ekonomi skala besar.
4. Pemkab Bogor Siap Jaga Lingkungan & Bangun Jalur Khusus Tambang