Jenazah Covid-19 Nyaris Tertukar di RSUD Bogor, Begini Reaksi Bima Arya

Jenazah ibu-ibu yang merupakan pasien Covid-19 nyaris tertukar dengan jenazah pria yang juga pasien corona

Bangun Santoso
Kamis, 07 Januari 2021 | 08:52 WIB
Jenazah Covid-19 Nyaris Tertukar di RSUD Bogor, Begini Reaksi Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, ditemui di Gedung Indoor Basket Gor Pajajaran, Rabu (23/12/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]

SuaraBogor.id - Pemkot Bogor tengah mengevalusai kinerja RSUD Kota Bogor. Hal ini terkait insiden jenazah pasien Covid-19 yang nyaris tertukar di ruang isolasi rumah sakit pada Rabu (30/12).

Diketahui, pada Senin (4/1), DF (24) menceritakan, ibunya W (44) mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Kota Bogor pada Rabu (30/12) sekitar pukul 00.05 WIB. Namun, oleh petugas rumah sakit, surat kematian ditulis pada Selasa (29/12).

Selain itu, insiden terjadi ketika jenazah ibunya hampir tertukar dengan jenazah laki-laki yang juga berstatus positif Covid-19.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatatakan, ada dua hal yang wajib dievaluasi manajemen RSUD Kota Bogor . Pertama, ruang perawatan tidak boleh dibiarkan kosong.

Baca Juga:Kasus Jenazah Covid-19 Hampir Tertukar, Ini 2 Poin Evaluasi RSUD Kota Bogor

"Tidak boleh kosong. Apalagi, ada jenazahnya itu tetep harus ada piket di situ,” ujar Bima ketika ditemui di Balai Kota Bogor, sebagaimana dilansir Ayobogor.com (jaringan Suara.com), Selasa (5/1/2021).

Kedua, nantinya begitu ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia, jenazah pasien harus segera diberi nama. Langkah itu dilakukan supaya kasus seorang ibu meninggal akibat positif Covid-19 diberi nama laki-laki yang ternyata tertukar jenazah pasien Covid-19 lainnya.

“Yang kedua, begitu jenazah meninggal, harus langsung dilabel. Diberikan tag atau identitas supaya tidak tertukar. Itu evaluasinya,” ujar Bima.

Tak hanya itu, manajemen RSUD pun sudah menjadikan masalah itu sebagai bahan evaluasi internal. Bima menyatakan, evaluasi itu dipimpin langsung oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, bersama jajarannya. Sehingga, kasus serupa bisa diantisipasi agar tidak sampai terulang kembali.

Disinggung mengenai minimnya tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga pada malam hari di RSUD, Bima tidak memungkirinya. Dia mengaku, saat ini, jumlah nakes memang berkurang. Mereka yang harusnya ikut merawat pasien positif Covid-19, ada yang ikut tertular. Alhasil, pekerjaan tertentu harus ditangani nakes lain secara dobel.

Baca Juga:Cita Citata Antar Jenazah Chacha Sherly hingga ke Pemakaman

Bima pun meminta manajemen RSUD untuk merekrut nakes baru untuk mengisi kekosongan posisi mereka yang positif Covid-19.

"Karena banyak nakes yang terpapar, kemudian jadi kurang. Jadi, saya minta tolong diatasi kesulitan itu. Kan sekarang juga sedang dilakukan proses rekrutmen nakes oleh RSUD,” kata Bima.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini