Wati mengungkapkan, kedatangannya ke lokasi penangkapan babi itu lantaran permintaan temannya. Namun, kata Wati, dia justru dituduh warga yang berada di sana sebagai bagian dari pihak babi ngepet.
"Akhirnya saya lalu dikerubungin orang banyak, saya dibilang justru sayalah orangnya. Jadi saya ke sana niatnya karena ada orang yang minta tolong diterawangin. Jadi bukan saya untuk menuduh atau siapa itu yang jadi bagongnya atau siapanya," ucap dia.
"Itu aja, buat masyarakat yang udah menonton atau menuduh atau memfitnah saya sebagai keluarga bagong atau dari pihak bagong," lanjut Wati.
![Wati, emak-emak yang menuding tetangganya kaya karena babi ngepet, meminta maaf atas pernyataannya. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/29/95299-emak-emak-tuding-tetangga-babi-ngepet.jpg)
Ibu Wati bikin heboh karena menuding salah satu tetangganya pengangguran tapi justru punya banyak uang. Dia menuding tetangganya melakukan pesugihan babi ngepet lantaran menurutnya menganggur tetapi kaya.
Baca Juga:Asal Usul Babi Ngepet, Heboh di Depok Sampai Polisi Turun Tangan
Ketua RW 10 Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Syarif Nurzaman, mengungkapkan warga sempat menyambangi rumah Wati. Mereka mengusir Wati dari wilayah tersebut.
"Warga Kampung Baru nggak terima cukup begitu saja, minta maaf. Banyak yang mau melaporkan ke polisi," kata Nurzaman saat dihubungi lewat telepon, Kamis kemarin.
Tapi emosi massa sudah terkendali, tapi warga menuntut Wati segera pindah dari Kampung Baru, Desa Ragajaya.
"Akhirnya mereka menuntut ibu Wati harus pindah. Kondisi sudah terkendali. Ibu Wati juga udah beres-beres mau pindah," ujar dia lagi.
Baca Juga:Isu Babi Ngepet, Warga Bojonggede Mau Laporkan Ibu Wati ke Polisi