Pergeseran Tanah di Cianjur Ancam Ratusan Rumah, Warga Terpaksa Mengungsi

Dia menjelaskan, penanganan cepat segera dilakukan ketika hasil pendataan sudah lengkap, termasuk mencari lahan relokasi sementara bagi puluhan kepala keluarga yang rumahnya

Andi Ahmad S
Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:21 WIB
Pergeseran Tanah di Cianjur Ancam Ratusan Rumah, Warga Terpaksa Mengungsi
Jalan penghubung antar desa di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak berat akibat pergeseran tanah yang terjadi sejak dua bulan terakhir.ANTARA

SuaraBogor.id - Ratusan rumah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat saat ini terancam tidak memiliki tempat tinggal imbas bencana alam pergeseran tanah.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, tercatat sebanyak 200 rumah mengalami kerusakan dan 66 kepala keluarga mengungsi akibat pergeseran tanah yang masih terjadi di dua desa di Kecamatan Pagelaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya mengatakan saat ini tim sudah diturunkan untuk mendata kembali rumah yang terdampak pergeseran tanah di Desa Situhiang dan Pangadegan, Kecamatan Pagelaran.

"Setelah pendataan lengkap, kami akan bahas hasilnya dengan dinas terkait untuk penanganan jangka panjang, karena pergeseran tanah terus meluas sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini," katanya.

Baca Juga:Gempa M 2.5 Guncang Cianjur, BPBD Umumkan Kondisi Terkini

Dia menjelaskan, penanganan cepat segera dilakukan ketika hasil pendataan sudah lengkap, termasuk mencari lahan relokasi sementara bagi puluhan kepala keluarga yang rumahnya rusak berat sehingga tidak dapat lagi ditempati.

"Untuk warga yang mengungsi ke rumah saudaranya yang dinilai aman kami memberikan bantuan logistik, termasuk warga yang bertahan di rumahnya masing-masing tetap diminta waspada dan segera mengungsi terutama saat hujan turun deras," katanya.

Camat Pagelaran Reki Nopendi, mengatakan cuaca ekstrem yang masih melanda hingga saat ini, membuat pergeseran tanah di Desa Situhiang dan Pagandegan terus meluas dan semakin dalam, tidak hanya merusak ratusan rumah termasuk jalan penghubung antar desa/kecamatan.

Akibatnya aktivitas warga terutama perekonomian terhambat karena jalan yang rusak mengalami keretakan dan amblas, sulit dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat, sehingga warga kesulitan membawa hasil bumi untuk dijual ke kota.

"Tercatat rumah rusak di dua desa mencapai 200 unit, 66 diantaranya rusak berat dan tidak dapat ditempati, sehingga pemilik bersama keluarganya mengungsi ke rumah saudaranya," kata dia.

Baca Juga:Detik-Detik Mencekam Kecelakaan Beruntun di Gekbrong: 2 Tewas, 8 Luka-luka

Pihaknya terus memantau dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan terutama yang masih bertahan di rumahnya masing-masing karena rusak ringan segera mengungsi ketika hujan turun deras dengan intensitas tinggi terutama pada malam hari.

"Kami terus memantau situasi serta meminta warga yang bertahan di rumah karena rusak ringan segera mengungsi ketikan hujan turun lebat dan pergeseran tanah terus meluas sehingga dapat mengancam keselamatan," katanya. [Antara].

Pergerakan Tanah

Gerakan tanah adalah gerakan permukaan bumi akibat gempa bumi atau ledakan.

Gerakan tanah dihasilkan oleh gelombang seismik yang dihasilkan oleh pergeseran tiba-tiba pada patahan atau tekanan tiba-tiba pada sumber ledakan dan bergerak melalui bumi dan sepanjang permukaannya.

Hal ini dapat disebabkan oleh peristiwa alam, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, atau aktivitas manusia, seperti ledakan senjata nuklir.

Ada dua jenis utama gelombang seismik: gelombang badan dan gelombang permukaan. Gelombang badan bergerak melalui bagian dalam bumi, sedangkan gelombang permukaan bergerak sepanjang permukaan bumi.

Gerakan tanah biasanya disebabkan oleh gelombang permukaan, yang merupakan jenis gelombang seismik yang paling merusak.

Gerakan tanah diukur menggunakan seismometer, yaitu perangkat yang mendeteksi dan merekam gerakan permukaan bumi.
Seismometer digunakan oleh seismolog untuk mempelajari gempa bumi dan jenis gerakan tanah lainnya. Rekaman yang dihasilkan oleh seismometer dikenal sebagai seismogram, dan dapat digunakan untuk mempelajari karakteristik gerakan tanah, seperti durasi, amplitudo, dan frekuensinya.

Gerakan tanah biasanya diukur dalam tiga komponen: barat-ke-timur, selatan-ke-utara, dan vertikal. Rekaman dari beberapa seismometer dapat digabungkan untuk membentuk model gerakan tanah yang terperinci.

Ini dikenal sebagai seismograf, dan dapat digunakan untuk mempelajari karakteristik spasial dan temporal gerakan tanah. Seismograf juga dapat digunakan untuk membuat peta gerakan tanah, yang dapat membantu ilmuwan memahami distribusi dan intensitas gelombang seismik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini