Lagi Ramai Rumah Ibadah Multi Agama, Sebenarnya Sudah Ada di Sini

Rumah Ibadah Multi Agama ini dibangun untuk simbol kerukunan antar umat beragama.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 07 Maret 2022 | 11:39 WIB
Lagi Ramai Rumah Ibadah Multi Agama, Sebenarnya Sudah Ada di Sini
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan peringatan Isra Mi'raj tingkat kenegaraan merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia. (Tangkap Layar/ist)

SuaraBogor.id - Lagi ramai rencana pembangunan Rumah Ibadah Multi Agama yang digagas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Rumah Ibadah Multi Agama ini dibangun untuk simbol kerukunan antar umat beragama.

Sebenarnya Rumah Ibadah Multi Agama sudah ada di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Rumah Ibadah Multi Agama mulai dibangun pada pertengahan 2021.

Dalam situs itera.ac.id, dituliskan peresmian pembangunan itu dilakukan 7 April 2021.

Sementara itu dikutip dari NUonline, Rumah Ibadah Multi Agama berlokasi di dekat Gedung Asrama mahasiswa Itera yang terdiri dari dua area utama yaitu area aula berkapasitas hingga 700 sebagai lokasi kegitan bersama seluruh komunitas agama, serta enam ruangan khusus berukuran lebih kecil untuk ibadah bagi masing-masing agama. Setiap agama yang diakui di Indonesia mendapatkan bangunan sendiri di lokasi yang sama dengan luasan ruangan yang sama.

Baca Juga:KNPI Riau Ogah Dikaitkan dengan Pelaporan Menag Yaqut soal Analogi Toa Masjid

Ada 6 rumah agama yang dibangun sesuai dengan agama yang diatur secara resmi oleh undang-undang yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu. Rima ini adalah wujud upaya dalam pembinaan karakter sekaligus menyemai sikap toleransi antarumat beragama di kampus tersebut.

Rumah ibadah ini bukanlah tempat menggabungkan seluruh umat beragama di Itera untuk beribadah di tempat yang sama. Akan tetapi didesain terpisah antar agama untuk melakukan kegiatan keagamaan di ruang masing-masing.

Rumah Ibadah Multi Agama di Bali

Konsep Rima ini sama seperti pusat peribadatan bersama yang ada di Desa Kampial, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Lokasi ini diberi nama Puja Mandala yang di dalamnya ada sebuah Masjid Agung bernama Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa, dan Pura Jagat Natha.

Pendirian Puja Mandala yang memiliki arti "tempat beribadah" bermula dari keinginan warga Muslim yang umumnya pendatang dari Pulau Jawa yang bermukim di sekitar Benoa dan Nusa Dua untuk memiliki masjid sendiri. Keinginan yang muncul pada 1990 itu didasari kenyataan bahwa mereka merasa kesulitan menjangkau masjid.

Baca Juga:Gus Yaqut Soal Pendirian Rumah Ibadah Multi Agama: Ini Gerakan Simbolis Manifestasi Toleransi

Pasalnya, masjid terdekat berada di Kuta, yang jaraknya sekitar 20 kilometer dari tempat tinggal mereka. harapan ini pun akhirnya diwujudkan oleh pemerintah dengan membangun pusat peribadatan bagi lima agama sekaligus yang diakui di Indonesia.

Demikian informasi tentang Rumah Ibadah Multi Agama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak